13 Jembatan di Puncak Rawan Ambruk, Iwan: Segera Perbaiki!

13 Jembatan di Puncak Rawan Ambruk, Iwan: Segera Perbaiki!
Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan. (Reza Zurifwan)

INILAH, Cisarua- Menyikapi 13 jembatan di Kawasan Puncak (Cisarua dan Megamendung) yang rawan ambruk, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan pun meminta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk melakukan langkah-langkah antisipatif.

"Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) harus segera melakukan pemeliharaan terhadap 13 jembatan yang rawan ambruk tersebut, jangan sampai kejadian ambruknya jembatan di Kampung Muara Desa Cipayung Girang dan jalan desa di Cipayung datar terulang lagi karena kalau sudah ambruk biaya pembangunannya jauh lebih besar lagi," ujar Iwan kepada wartawan, Jumat (14/6).

Politisi Partai Gerindra ini menambahkan jika anggaran pemeliharaan jembatan masih kurang, maka ia meminta DPU-PR meminta anggaran tambahan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).

"Kalau anggaran pemeliharaan jembatan masih kurang itu harus minta anggaran tambahan di APBD-P dan nanti kalau ada jembatan lagi yang ambruk namun anggarannya tidak ada mungkin akan dimasukkan dalam cadangan anggaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)," tambahnya.

Terkait banyaknya tebingan yang rawan longsor, Iwan pun menyoroti banyaknya alih fungsi lahan hingga Ia meminta Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) ataubdias teknis laimmya untuk menseleksi izin.

"Tebing yang rawan longsor itu karena banyaknya bangunan yang melanggar garis sepadan sungai atau kajian dampak lingkungan, saya minta BPMPTSP dan lainnya dalam mengeluarkan izin bangunan atau usaha villa-vila tidak sembarangan dan harus sesuai aturan yang ada," tegas Iwan.

Sebelumnya, setelah ambruknya jembatan di Kampung Muara Desa Cipayung Girang Cipayung Datar dan jalan Desa Cipayung Datar Kamis, (25/4) lalu Dinas Pekerjaan Umum dan Penatatan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Bogor pun mendata jembatan yang longsor atau ambruk.

"Dengan rawan longsornya jembatan maupun tebingan Sungai Ciliwung ini kami pun meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat khususnya BBWS Ciliwung-Cisadane atau untuk turut membantu perbaikan," kata Kepala UPT Insfrastruktur Irigasi Kelas A wilayah III Eka Sukarna.

Pelaksana UPT  Insfrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A II Suhendaryanto membenarkan bahwa ada 13 jembatan yang rawan ambruk di Kawasan Puncak dan itu terjadi akibat beberapa pelanggaran termasuk pengambilan batu kali di Sungai Ciliwung. 

"Selain pelanggaran garis sepadan sungai dan alih fungsi lahan kami juga menemukan adanya pelanggaran pengambilan batu kali untuk keperluan komersil di Sungai Ciliwung, kami pun bekerjasama dengan Satpol PP Kecamatan Cisarua untuk menertibkan pelanggaran tersebut," ucap Suhendaryanto. (Reza Zurifwan)