SPAM PDAM Tirta Kahuripan di Cijeruk Ditutup Warga, Ini Alasannya...

SPAM PDAM Tirta Kahuripan di Cijeruk Ditutup Warga, Ini Alasannya...
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Setelah surat somasi dan audiensinya bersama DPRD Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu kurang digubris pihak PDAM Tirta Kahuripan, akhirnya Yayan selaku Ketua Yayasan Nur Hasanah bin Asmad mengancam akan melakukan aksi demo di Pendopo Bupati Bogor dan menuntut ganti rugi PDAM Tirta Kahuripan sebesar Rp100 miliar.

Di Polsek Cijeruk, Yayan mengatakan yayasan menuntut ganti rugi tersebut karena sumber air yang mereka miliki kini dieksploitasi PDAM Tirta Kahuripan. Tindakan itu diakuinya terjadi sejak 1992 lalu tanpa kompensasi ke pihak yayasan atau ahli warisnya.

"Dengan kehilangan potensi pendapatan akibat eksploitasi selama 27 tahun ini kami akan menuntut PDAM Tirta Kahuripan sebesar Rp100 miliar. Ini puncak kekesalan kami karena surat somasi kami sebanyak dua kali kurang digubris oleh mereka," kata Yayan kepada wartawan, Jumat (14/6/2019).

Dia menegaskan, pihaknya akan menutup pelayanan air PDAM Tirta Kahuripan Unit Cijeruk apabila tidak ada tindak lanjut berupa perjanjian kerjasama pengelolaan air.

"Kami akan menutup bidang tanah yang kami miliki seluas 1850 meter persegi (persil 23) itu apabila ada tindak lebih lanjut karena ada tiga mata air yang selama ini dieksploitasi, padahal  kami ahli waris dari almarhum Nur Hasanah bin Asmad tidak pernah menjualbelikan tanah tersebut ke PDAM Tirta Kahuripan. Dan kalau ada surat jual beli atau peralihan hak kami minta ditunjukkan karena kami punya surat kepemilikan yang sah berikut pembayaran pajak atas bidang tanah tersebut," terangnya.

Terpisah, Rosadi pengacara PDAM Tirta Kahuripan menyanggah sebidang tanah yang dikuasai perusahaan milik pemerintah daerah tersebut masih milik Yayasan Nur Hasanah bin Asmad. Sebab, pihaknya telah membelinya dari salah satu anak ahli waris bernama Manta.

"PDAM Tirta Kahuripan dulu membeli bidang tanah tersebut dari Manta salah satu anak ahli waris. Sertifikat yang saat ini atas nama Yayasan Nur Hasanah bin Asmad akan kami uji di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)," ucap Rosadi.

Mengenai rencana penutupan Saluran Pelayanan Air Minum (SPAM) PDAM Tirta Kahuripan UPT Cijeruk, dia menyatakan akan melaporkan hal ini ke pihak kepolisian. Pasalnya, lokasi tersebut termasuk salah satu objek vital nasional.

"Kami akan laporkan penutupan SPAM UPT Cijeruk ini oleh pihak Yayasan Nur Hasanah Bin Asmad. Karena pelayanan 4.000 pelanggan PDAM Tirta Kahuripan di wilayah sekitar pastinya tergangggu," tutupnya.

Dari pantauan wartawan, karena buntunya mediasi antara Yayasan Nur Hasanah Bin Asmad dengan PDAM Tirta Kahuripan yang difasilitasi Polsek Cijeruk, SPAM PDAM Tirta Kahuripan UPT Cijeruk Kampung Geger Bitung RT 03 RW 04 pun ditutup. (Reza Zurifwan)