Wandik Kota Bogor Fokus Pada Pendidikan Karakter

Wandik Kota Bogor Fokus Pada Pendidikan Karakter
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Pengurus baru Dewan Pendidikan (Wandik) Kota Bogor memfokuskan pendidikan karakter berwawasan kebangsaan segera diterapkan di Kota Bogor. Hal itu dikarenakan Pendidikan Karakter sebagai upaya untuk memperbaiki mental dan karakter anak-anak didik Kota Bogor.

"Program utama kami di periode baru ini yakni peningkatan mutu pendidikan dalam skala makro karena tugas Dewan Pendidikan lebih kepada mengawasi dan memberikan masukan," ungkap Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor Deddy Karyadi, Jumat (14/6/2019).

Deddy melanjutkan, tidak hanya mengawasi SD, SMP, dan SMA saja, pihaknya juga menjadi pengawas bagi lembaga-lembaga pendidikan. Tak ayal, periode ini pihaknya fokus terhadap pendidikan karakter yang berwawasan kebangsaan. Pendidikan Karakter ini dilakukan sebagai upaya untuk memperbaiki mental dan karakter anak-anak didik.

"Istilahnya memperbaiki akhlak. Jadi anak-anak itu jangan hanya diajari pintar membaca, tulis, hitung, tetapi juga akhlaknya juga harus diperkuat," terangnya.

Ia menjelaskan, rencananya launching program pendidikan karakter akan berlangsung berbarengan dengan pelantikan Pengurus Dewan Pendidikan Kota Bogor yang masih dalam pembahasan.

"Mungkin akan dibuat seperti kuliah umum dengan narasumber wali Kota Bogor. Program ini menjadi harapan kami yang mempunyai target meningkatkan mutu pendidikan dengan memberikan warna nyata," bebernya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Bogor Fahrudin menaruh harapan besar kepada kepengurusan Wandik yang baru, salah satu harapannya Wandik dapat memberikan masukan dan saran bagaimana memahami pengelolaan pendidikan yang bisa lebih dipercaya serta dipertanggungjawabkan. Tentunya Wandik juga mampu berperan memberikan masukan kepada Disdik Kota Bogor dalam membangun karakter dan akhlak.

"Harapan kami pengelolaan pendidikan yang terpercaya, terbuka, melibatkan seluruh stakeholder dan proses pendidikan karakter yang membangun siswa. Salah satunya pendidikan kebangsaan dan pendidikan anti korupsi, karena pendidikan yang bermutu tidak hanya terjebak pada kurikulum yang ada tapi inovatif membangun generasi yang lebih baik," pungkasnya. (Rizki Mauludi)

Loading...