Open Bidding Posisi Strategis, Dedie Siap Undang ASN Kementerian

Open Bidding Posisi Strategis, Dedie Siap Undang ASN Kementerian
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim segera mengundang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari beberapa kementerian untuk mengisi kekosongan tiga jabatan eselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. 

Diketahui, jabatan eselon II yang belum terisi adalah Badan Pendapat Daerah (Bapenda), Inspektorat Kota Bogor dan menyusul Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor.

Dedie mengatakan, calon untuk tiga jabatan yang kosong adalah orang yang mempunyai integritas, kapabilitas yang tinggi kemudian punya juga kompetensi yang cukup. 

"Nah jadi saya sudah mengundang juga terutama untuk Bapenda dan Inspektorat, kita sudah mengundang calon-calon peserta dari kementerian keuangan dari direktorat Jenderal pajak. Kemudian dari dari BPKP mereka kita undang untuk ikut open bidding di dalam memenuhi hak posisi-posisi yang kami perlukan," kata Dedie di ruang kerjanya, Jumat (14/6/2019).

Dedie melanjutkan, ke depan tujuannya mengundang ASN dari luar Kota Bogor khususnya kementerian agar Pemkot Bogor memperoleh orang yang memenuhi kriteria yang disebutkan tadi. 

"Saya harapkan orang yang menduduki posisi-posisi itu bisa bekerja cepat. Ya, yang seperti kami harapkan tentunya. Karena itu kami membuka untuk beberapa kementerian dan lembaga ikut dalam open bidding," tambahnya.

Dedie menuturkan, karena proses open bidding baru akan dimulai, pihaknya tengah mempersiapkan undangan ke kementrian. Sementara itu yang penting, ASN dilingkungan Pemkot Bogor bisa menunjukkan kapasitasnya dan bisa bersaing dengan peserta open bidding yang diundang dari Kementerian ataupun wilayah lain.

"Kusus untuk inspektorat, orang yang nanti menduduki kursi itu punya kapasitas, kapabilitas dan integritas yang kami harapkan," terangnya.

Dedie juga menjelaskan,posis direktur RSUD Kota Bogor yang utama adalah memahami masalah kesehatan masyarakat, jadi dua posisi itu lah mudah-mudahan bisa mendapatkan sesuai kriteria.

"Nah, untuk RSUD Kota Bogor saya lupa apakah mengundang dari luar atau tidak. Meski begitu saya berharapnya di dalam open bidding ini terpenuhi lah ada individu yang bisa duduk disitu. Direktur yang nanti terpilih memahami tentang manajemen rumah sakit dan juga kesehatan masyarakat," pungkasnya. (Rizki Mauludi)