Sempat Menjamur, Satpol PP Siap Tertibkan PKL di Zona Merah

Sempat Menjamur, Satpol PP Siap Tertibkan PKL di Zona Merah
Usai Lebaran 2019, Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi akan menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggelar lapak dagangan di zona terlarang. 

INILAH, Cimahi- Usai Lebaran 2019, Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi akan menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggelar lapak dagangan di zona terlarang. 

 

Selama Ramadan,  PKL yang berjualan di beberapa area terlarang sempat melonjak, seperti trotoar maupun bahu jalan di ruas jalan arteri Kota Cimahi. 

 

Kepala Dinas Pol PP-Damkar Kota Cimahi Totong Solehudin mengatakan, penindakan terhadap PKL mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2009 tentang Kebersihan, Ketertiban, dan Keindahan (K3). 

 

"Sesuai program kami diperkuat instruksi pimpinan Pemkot Cimahi, Kota Cimahi terutama jalur khusus harus steril dari PKL agar tidak semrawut,"  katanya belum lama ini. 

 

Zona merah atau kawasan terlarang bagi para PKL terutama di seputar Alun-alun Cimahi, Jalan Gandawijaya, Jalan Gatot Subroto, dan Sepanjang Jalan Amir Machmud. Sebab, jalur arteri itu diprioritaskan untuk kendaraan.

 

"Sementara Alun-alun untuk estetika dan wajah kota, sedangkan jalan lainnya juga harus steril karena kerap terjadi kemacetan. Trotoar jelas untuk pejalan kaki, harus steril," ujarnya.

 

Selama PKL berjualan di tempat yang memang tidak diperbolehkan, pihaknya akan terus melalukan penertiban. Untuk itu pihaknya mengimbau agar para pedagang berjualan di tempat yang telah disediakan pemerintah jika tidak ingin terkena razia.

 

Pihaknya membantah memberikan teloransi PKL untuk jualan. Selama ramadan, pihaknya hanya memberikan kesempatan bagi PKL musiman untuk mencari penghasilan tambahan.(Ahmad Sayuti)