Kepergok Gendong TV, Warga Karangpilang Digebuki

Kepergok Gendong TV, Warga Karangpilang Digebuki
Kepergok membobol rumah dan menggondol TV LED 42 inch milik Slamet Wahyudi (59) warga Desa Sambibulu RT 11 RW 02, Kecamatan Taman Sidoarjo, Riski Adityawan (31) warga Jalan Kedurus IV D Karangpilang, Surabaya, digebuki massa dan motornya dibakar hingga sisa rangka, Jumat (14/6/2019).

INILAH, Bandung-Kepergok membobol rumah dan menggondol TV LED 42 inch milik Slamet Wahyudi (59) warga Desa Sambibulu RT 11 RW 02, Kecamatan Taman Sidoarjo, Riski Adityawan (31) warga Jalan Kedurus IV D Karangpilang, Surabaya, digebuki massa dan motornya dibakar hingga sisa rangka, Jumat (14/6/2019).

Massa yang mendengar teriakan ada maling di rumah kepala sekolah, tanpa ada komando langsung melampiaskan geramnya dengan memukuli pelaku hingga muka pelaku memar dan membakar motor pelaku jenis Yamaha Mio nopol L 6919 PE.

Kapolsek Taman Kompol H. Samirin menceritakan, aksi pencurian terjadi pada siang bolong sekitar pukul 14.00 WIB. Mulanya tersangka masuk ke rumah korban dengan cara merusak gembok pagar rumah. "Gembok dirusak pakai kunci L yang sudah dimodifikasi yang dibawa pelaku," katanya.

Setelah berhasil masuk ke rumah korban, tersangka langsung menjebol TV LED yang saat itu terpasang di dinding rumah. Sialnya saat hendak kabur keluar rumah, aksinya dipergoki salah satu tetangga korban.

Tersangka pun langsung bergegas melarikan diri. Namun upaya melarikan diri tersebut sia-sia, karena tersangka sudah di kepung warga dan berhasil ditangkap warga setempat.

Karena terlalu sering kejadian pencurian warga geram. Dan melampiaskan dengan membakar, motor Yamaha Mio nopol L 6919 PE milik tersangka.

"Beruntung petugas sigap tiba di lokasi dan langsung mengamankan pelaku dari amukan massa. Pelaku langsung kami gelandang ke Mapolsek Taman untuk menghindari amuk massa lebih lanjut," papar mantan Kanit Reskrim Polsek Waru tersebut.

Karena luka di tubuh tersangka cukup serius, anggota Polsek Taman, membawa tersangka ke RS. Siti Khodijah untuk di obati dan visum. "Tersangka bakal dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan," tegas Samirin.[beritajatim]