Dispangtan Cimahi Klaim Hasil Tanaman Hidroponik Menguntungkan

Dispangtan Cimahi Klaim Hasil Tanaman Hidroponik Menguntungkan
Ilustrasi/Net

INILAH, Bandung- Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi mengklaim hasil budidaya tanaman hidroponik lebih menguntungkan dibanding dengan media biasa. Bahkan harga jual produknya lebih mahal. 

"Kalau harga jual tanaman hidroponik itu lebih mahal. Bisa dua kali lipat dari tanaman menggunakan media tanah," kata Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, Mita Mustikasari saat dihubungi, Minggu (16/6/2019).

Ia mencontohkan harga sayuran jenis kangkung. Biasanya, kata Mita, satu ikat kangkung hanya dijual Rp 2 ribu. Tapi hasil panen kangkung menggunakan media hidroponik itu bisa naik menjadi Rp 7 ribu.

"Kalau hasil tanam dari hidroponik itu dijualnya di pasar modern. Pengemasannya itu kan lebih baik, jadi harga jualnya juga lebih tinggi," ujarnya.

Ada sejumlah alasan mengapa harga sayuran dari media tanam hidroponik itu lebih tinggi. Di antaranya karena lebih bersih, sebab ketika masa tanamnya tidak menggunakan zat pestisida. Selain itu, pengemasan hasil panennya pun dibuat lebih rapi dan menarik.

Di Kota Cimahi, lanjut Mita, sejak dua tahun terakhir mengembangkan media hidroponik untuk tanaman hortikultura seperti kangkung, bayem, sosin dan sebagainya. Pihaknya sudah menyentuh sejumlah kelompok tani untuk fasilitasi pembelajaran budidaya hidroponik.

"Bahkan sudah ada beberapa kelompok petani yang hasil panenya itu masuk pasar modern," katanya.

Ke depan, kata dia, pihaknya akan membuat pola bagi setiap kelompok tani. Misalnya, setiap kelompok itu membudidayakan jenis sayuran yang berbeda. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir persaingan.(Ahmad Sayuti)

Loading...