UKM Rimbara, Wadah Mahasiswa Tingkatkan Kedisiplinan

UKM Rimbara, Wadah Mahasiswa Tingkatkan Kedisiplinan
UKM Rimbara, Politeknik LP3I Bandung. (Okky Adiana)

Politeknik LP3I Bandung memiliki beberapa UKM, salah satunya adalah Rimba Alam Raya (Rimbara). Kepada mahasiswa yang hobi dengan pecinta alam, UKM Rimbara membuka selebar-lebarnya.

Keberadaan Rimbara, memang terbilang sangat baru. Berdiri sejak 2008 lalu, UKM Rimbara lahir untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswanya. Kendati begitu, keberadaan UKM ini menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap mahasiswanya.

Tak sedikit mahasiswa bergabung di UKM ini. Rimbara jadi alternatif bagi mahasiswanya untuk menyalurkan bakat mereka di bidang cinta alam.

"Tujuan dari Rimbara ini untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswa. Di UKM ini kedisiplinan itu penting. Disiplin waktu itu harus diterapkan, bukan hanya di UKM, tetapi di dunia kerja juga ada. Selain itu, tentunya sebagai wadah bagi mahasiswa LP3I Bandung yang memiliki jiwa pecinta alam," kata Ketua Rimbara LP3I Bandung, Andri Nurhidayah, kepada INILAH.

Dia mengatakan, UKM Rimbara LP3I Bandung memiliki sejumlah agenda kegiatan yang sangat menarik bagi anggotanya, di antaranya kegiatan pra pendidikan dasar (diksar), diksar masa bimbingan (mabim), dan pengembaraan. 

Pengembaraan misalnya. Dalam kegiatan ini, calon anggota baru Rimbara akan mencari suatu daerah yang belum banyak dikunjungi turis. Misalnya di sekitar Pangandaran, di sana mereka akan mencari daya tarik pantai untuk menarik wisatawan berkunjung ke tempat tersebut.

"Kita juga mendata flora dan fauna. Misalnya di sana ada apa saja, apa ada yang baru atau tidak. Pecinta alam itu selain mencintai alam, kita juga pasti mendata semua yang baru ditemukan sehingga banyak masyarakat yang berkunjung ke sana," paparnya.

Sebagai UKM yang fokus di bidang pecinta alam, Rimbara LP3I Bandung kerap melakukan kegiatan pendakian gunung di Jawa Barat. Beberapa tempat yang sudah mereka kunjungi, di antaranya Cikuray, Ciremai, Papandayan, Gunung Patuha, Gede Pangrango, dan Merbabu.

Andri menambahkan, selain kegiatan tersebut, Rimbara LP3I Bandung memiliki agenda kumpul rutin setiap pekannya. Dalam kegiatan tersebut, pihaknya akan membahas materi kepecintaalaman, misalnya manajemen pendakian. Baksos bersih-bersih Kota Bandung dan sharing antaranggota.

"Ketika ada bencana alam perlu bantuan, kita juga turun sebagai relawan. Ketika bakti sosial di daerah yang terkena bencana biasanya memberikan bantuan berupa uang, makan, baju, dan kalau misalnya ada yang bisa kita bantu, kita bantu seperti bersih-bersih yang bisa meringankan beban warga," paparnya.

Sejumlah kegiatan yang mereka lakukan ini, tentu saja memberikan dampak dan manfaat yang sangat besar bagi setiap anggotanya. Pengalaman yang mereka dapatkan ini sebagai ilmu tambahan bagi mahasiswa untuk bekal mereka di masa yang akan datang.

"Di sini naik gunung hanya kegiatan rekreasi. Intinya pecinta alam itu mencintai alam. Meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap lingkungan. Itu manfaatnya," ucapnya.

Dia berharap, apa yang dilakukannya ini tentu saja bisa bermanfaat bagi orang-orang sekeliling dan tentunya bagi mahasiswanya itu sendiri. Tak hanya itu, diharapkan dengan sejumlah kegiatan yang dimilikinya ini, mahasiswa menjadi peka terhadap lingkungan, dan tentunya memiliki tingkat kedisiplinan yang sangat baik.

"Apabila kita lihat sekarang ini banyak orang-orang yang kurang sadar terhadap lingkungan. Misalnya buang sampah sembarangan. Di sini sebagai mahasiswa setidaknya sadar terhadap lingkungan. Lingkungan mereka seperti apa bisa bergerak dan bisa  mengajak masyarakat untuk sadar lingkungan," tambahnya. (Okky Adiana)

Loading...