Kenali Kesehatan Mental Sejak Dini

Kenali Kesehatan Mental Sejak Dini
Ilustrasi (Net)

KESEHATAN Mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mendefinisikan tubuh yang sehat itu merupakan sehat secara fisik, mental, dan sosial.

Karenanya, kesehatan mental menjadi satu permasalahan kesehatan di Indonesia yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Terlebih data World Federation of Mental Health (WFMH) yang dilansir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 1 dari 4 orang mengalami masalah kesehatan jiwa setidaknya sekali dalam hidupnya.

Selama ini, tidak sedikit orang yang fokus menjaga kesehatan tubuh secara fisik saja dan melupakan cara merawat kesehatan mentalnya. Padahal keduanya saling terkait dan sama pentingnya.

Lalu bagaimana sebenarnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang menjaga kesehatan mental. Berikut ini kutipan wawancara INILAH bersama pendiri Yayasan Sehat Mental Indonesia yang juga seorang psikiater, dr. Rama Giovani, SpKj.

Dok, apa sebenarnya yang dimaksud dengan kesehatan mental?

Berkaitan dengan pengertian atau definisi sebenarnya ada begitu banyak yang bisa kita cari terkait kesehatan mental.

Namun, sedikit saya gambarkan kesehatan mental merupakan kondisi seseorang yang berkaitan dengan penyesuaian diri yang aktif dalam menghadapi dan mengatasi masalah dengan mempertahankan stabilitas diri, juga ketika berhadapan dengan kondisi baru, serta memiliki penilaian nyata baik tentang kehidupan maupun keadaan diri sendiri.

Kesehatan mental juga dapat diartikan kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tenteram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar.

Seseorang yang bermental sehat dapat menggunakan kemampuan atau potensi dirinya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup, serta menjalin hubungan positif dengan orang lain.

Seberapa penting sebenarnya kesehatan mental bagi kita?

Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Karena itulah selama ini ungkapan dunia kesehatan selalu disematkan bersama antara sehat fisik dan mental.

Selama ini, tidak sedikit orang yang fokus menjaga kesehatan tubuh hanya secara fisik saja dan melupakan cara merawat kesehatan mentalnya. Padahal keduanya saling terkait dan sama pentingnya.

Bahkan bisa dikatakan tingkat kesadaran masyarakat kita dalam menjaga kesehatan mental masih sangat rendah dan perlu terus diedukasi.

Menurut dokter, apa persoalan mendasar masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan mental?

Ada banyak faktor penyebab rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan mental. Pertama, tentu saja pengetahuan dan pemahaman. Kedua, pola pikir kita yang kerap kali terjebak dalam budaya mengobati bukan mencegah.

Faktor lainnya juga, stigma negatif yang masih kuat mengakar. Karena, ketika berbicara kesehatan mental kita masih berasumsi terhadap hal-hal negatif, misalnya kegilaan, depresi, atau hal lain.

Orang cenderung takut ketika berbicara atau sekadar memeriksakan diri untuk mengetahui kesehatan mentalnya. Inilah pekerjaan besar yang harus kita tuntaskan bersama-sama, agar tingkat kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan mentalnya tumbuh.

Saya perlu tegaskan, kesehatan mental itu ilmiah dan titiknya ada di otak. Artinya masyarakat tidak harus takut memeriksakan diri untuk mengetahui kesehatan mentalnya. Karena secara ilmu kedokteran semua penyakit termasuk mental dari berbagai tingkatan insya Allah dapat disembuhkan.

Di samping itu, apalagi persoalan mendasarnya, Dok?

Awareness. Kepedulian kita terhadap keluarga yang mengalami persoalan kesehatan mental sangatlah kurang. Saya ambil contoh mereka yang mengalami gangguan mental parah seperti (ODGJ) orang dengan gangguan jiwa. Hanya sedikit orang yang peduli terhadap hal itu. Bahkan keluarganya pun kerap kali membiarkan.

Ironis memang, ketika kucing atau anjing saja bahkan dibuat pengumuman dan selebaran ketika hilang, tetapi hanya sedikit keluarga ODGJ yang mencari ketika anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa hilang.

Lalu, bagaimana sebaiknya agar kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan mental bisa tumbuh seperti halnya menjaga kesehatan fisik?

Berikanlah masyarakat kita pemahaman, pengertian, dan edukasi yang terus-menerus terkait kesehatan mental. Ini penting agar masyarakat dapat memahami dan mengenali semua hal yang berkaitan dengan kesehatan mental, mulai dari definisi, ciri, dan jenisnya.

Apa sebenarnya ciri yang mudah untuk mengenali kesehatan mental kita bermasalah?

Ciri yang mudah salah satunya keluhan fisik yang tidak sembuh-sembuh. Ada banyak contoh kasus seseorang yang menderita gangguan fisik bertahun-tahun ternyata masalahnya karena gangguan mental.

Kemudian juga hal-hal yang kerap dianggap sepele seperti susah tidur atau gelisah berkepanjangan, khawatir, cemas. Hal itu juga dapat dikenali dengan memeriksakan diri ke psikiater. Intinya jangan berpikir bahwa kesehatan mental itu negatif karena mental dan fisik sama-sama harus kita jaga.

Terkait gangguan mental, sebenarnya apa saja jenisnya?

Berbicara jenis-jenis gangguan mental ada banyak sekali bahkan lebih dari 300 jenis. Namun untuk mempermudah saya akan jelaskan tiga besar kategori kesehatan mental. Yang pertama, adalah gangguan pola pikir, gangguan perasaan, dan gangguan kecemasan.

Sejak beberapa tahun terakhir ini, Dokter terbilang aktif memberikan edukasi kepada masyarakat termasuk juga mendirikan Yayasan Sehat Mental Indonesia. Apa sebenarnya yang menjadi target, Dokter?

Ini bentuk keprihatinan saya terhadap dunia kesehatan khususnya kesehatan mental. Saya ingin masyarakat benar-benar dapat mulai mengenali tentang pentingnya kesehatan mental.

Tentu saja ini juga butuh kepedulian lebih dari pemerintah. Insya Allah ketika semua pihak bersatu padu dan berkolaborasi maka ke depan masyarakat kita akan semakin sadar, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Mari kita terus berjuang untuk mewujudkan itu. (Ghiok Riswoto)