Hikmah Salat Khusyu

Hikmah Salat Khusyu
K.H Abdullah Gymnastiar. (Net)

ALLAH Swt. berfirman, “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusyu dalam sholatnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.” (QS. Al Mu’minun [23] : 1-3)

Dalam ayat ini Allah Swt. berpesan kepada kita bahwa orang-orang yang beruntung adalah mereka yang beriman, dan ciri dari iman adalah sholat yang khusyu. Jikalau kita ingin mendapatkan keberuntungan di dalam hidup, baik di dunia dan akhirat, maka kuncinya adalah sholat yang khusyu.

Dalam ayat-Nya yang lain, Allah Swt. berfirman, “Celakalah orang yang sholat, yaitu orang yang lalai dalam sholatnya.” (QS. Al Ma’un [107] : 4-5) Redaksi kalimat dalam ayat ini memakai kata ‘an bukan fii yang menunjukkan bahwa kelalaian di sini bukan hanya ketika menunaikan sholat semata, melainkan juga sesudah sholat yaitu dalam sikap keseharian. Jika kita perkirakan dalam satu hari total waktu yang kita perlukan untuk sholat adalah satu jam, maka masih ada 23 jam waktu tersisa untuk kita lalui secara khusyu.

Maka, seseorang bisa disebut khusyu dalam sholatnya manakala pelaksanaan sholatnya berkualitas, tumaninah. Kemudian, ia pun produktif dalam kehidupannya sehari-hari. Produktif dalam arti menjadi manfaat bagi dirinya dan bagi orang lain serta lingkungannya.

Adapun jika kita urai satu persatu, maka hikmah sholat khusyu di antaranya adalah :
Pertama, Alloh Swt. mengingatkan lima kali dalam satu hari tentang urgensi waktu. Ciri orang yang khusyu dalam sholatnya adalah ia bisa menggunakan waktunya dengan efektif. Pantang baginya waktu terbuang dengan sia-sia, karena ia yakin dan sadar bahwa waktu adalah nikmat dan modal yang sangat besar dari Allah Swt. Pantang baginya merugi gara-gara ceroboh dan lalai dalam menggunakan waktu.

Kedua, kebersihan. Bersuci adalah salah satu syarat sahnya sholat. Tidak akan diterima sholat seseorang jika tidak didahului dengan bersuci. Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy Syams [91] : 9-10). Orang yang khusyu dalam sholatnya senantaisa memperhatikan kebersihan hatinya, badannya, tempat tinggalnya. Ia juga senantiasa menjaga kebersihan perbuatannya dari kemaksiatan dan dosa. Ia menjaga kebersihan hartanya dari berbagai perkara haram dan syubhat. Ia jaga kebersihan panca inderanya dari menangkap hal-hal yang bukan menjadi haknya

Ketiga adalah meluruskan niat. Niat sangat penting dalam ibadah, termasuk di dalam shalat. Suatu ibadah diterima sebagai amal sholeh atau tidak itu tergantung kepada niat. Seseorang yang shalat dengan khusyu, maka dia akan senantiasa menjaga niatnya dalam setiap perbuatan yang ia lakukan. Ia tidak akan mengambil tindakan sebelum yakin dan mantap bahwa niatnya semata-mata hanyalah mengharap ridho Allah Swt.

Orang yang khusyu dalam sholat senantiasa yakin bahwasanya Allah hanya akan menerima amal perbuatan yang dilandasi dengan niat ikhlas lillaahi ta’alaa. Bagaimana ciri hati yang ikhlas? Hati yang ikhlas tidak akan kecewa hanya karena tidak mendapatkan pujian atau hanya karena diremehkan oleh orang lain. Hati yang ikhlas akan jarang merasa kecewa. Baginya tidak penting penilaian makhluk, karena amal yang ia lakukan hanya mengharap penilaian Allah semata.

Keempat adalah ketertiban dan keteraturan. Dalam sholat kita menemukan aturan-aturan yang harus kita penuhi secara runut, berurut, tertib, teratur. Diawali sejak takbiratul ihram, berdiri tegak, ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam. Maka, orang yang khusyu dalam sholatnya akan terlatih untuk hidup dengan penuh ketertiban dan keteraturan, tidak akan sporadis, tidak bertindak tanpa pertimbangan dan perhitungan.

Kelima adalah tumaninah, yaitu tenang, konsentrasi, dan sadar pada apa yang sedang dilakukan. Sholat melatih kita melakukan proses, setahap demi setahap secara tenang dan mantap. Setiap prosesnya dihayati dengan tenang dan nikmat. Orang yang khusyu dalam sholat, akan terlatih untuk senantiasa tenang dalam menjalani kehidupan ini. Setiap tugas dan tanggungjawab ia penuhi dengan penuh totalitas, profesional dan rasa amanah.

Keenam adalah gerakan dinamis. Sholat adalah ibadah yang berisi rangkaian gerak dinamis. Dan, sujud adalah gerakan yang paling menakjubkan, yaitu ketika kepala sebagai simbol kemuliaan seseorang, harus diletakkan di tempat paling rendah sejajar telapak kaki. Maka, di sini ada hikmah nilai ketawadhuan, kerendahan hati. Orang yang khusyu dalam sholat adalah orang yang rendah hati di hadapan makhluk Allah Swt. Pantang ia untuk sombong, merasa diri lebih mulia dibandingkan orang lain dan merendahkan mereka.

Ketujuh adalah salam atau kedamaian, keselamatan. Sholat yang kita tunaikan senantiasa ditutup dengan salam yang merupakan ungkapan doa semoga Allah melimpahkan rahmat dan keberkahan bagi orang-orang di sekitar kita. Maka, ucapan salam ketika kita menutup sholat, itu adalah garansi bahwa diri kita tidak akan berbuat zholim pada orang lain dan pada lingkungan kita.

Maa syaa Allah, betapa agung nilai-nilai yang terkandung dalam sholat yang khusyu. Kita memohon kepada Allah Swt. semoga kita senantiasa diberikan taufik dan hidayah oleh-Nya 
 

Loading...