Apa Bandar Saham Mau Pegang Saham BOLA?

Apa Bandar Saham Mau Pegang Saham BOLA?
Foto: Net

INILAH, Jakarta - Trend IPO di perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa semakin semakin menyebar. Senin pagi (17/6/2019), PT Bali Bintang Sejahtera Tbk yang mengelola Bali United listing di bursa.

Bali United menjadi klub olahraga pertama yang melantai di Bursa kita, bukan cuma itu momentum IPO-nya juga bisa dikatakan sangat menarik. Alasannya karena justru dilakukan di tengah merebaknya skandal pengaturan skor di sepak bola nasional.

Analis saham, Argha J Karo Karo beralasan, bagi mereka yang sudah lama mengikuti sepak bola nasional, tentunya sudah tahu. Maksudnmya, sama seperti pergerakan harga saham dikendalikan oleh Bandar Saham, skor pertandingan sepak bola juga pernah dikendalikan oleh Bandar Bola.

Fenomena ini sebenarnya sudah merupakan rahasia lama, dan semua orang sudah sama-sama tahu, namun menjadi heboh nasional karena beberapa bulan lalu dibeberkan acara sebuah televisi nasional. "Kita mendengar sendiri bahwa beberapa tokoh sepak bola nasional secara blak-blak-an menjelaskan aksi-aksi yang dilakukan oleh bandar bola dalam mengatur skor pertandingan sepak bola," katanya seperti mengutip dari creative-trading.com.

Bahkan masih hangat pembahasan mengenai ditetapkannya Joko Driyono salah satu petinggi PSSI sebagai tersangka penghancuran barang bukti dalam pengaturan skor. "Jadi keberanian Bali United untuk melaksanakan IPO dalam kondisi seperti ini patut diacungi jempol."

Namun tanpa banyak disadari para pelaku pasar, IPO yang satu ini bisa menjadi terobosan baru di dunia persahaman. Atau lebih khususnya dunia Bandarmologi Saham.

Karena selama ini salah satu yang menjadi risiko Bandar saham dalam menjalankan operasinya adalah kinerja dan fundamental perusahaan.

Salah satu contoh ekstrimnya dialami oleh bandar saham AISA sekitar dua tahun yang lalu. Pemicunya setelah salah satu pabrik dari AISA tiba-tiba digrebek dan ditutup Kapolri. Bahkan sampai sekarang perusahaannya terus bergerak menuju ke arah kebangkrutan.

Kejadian-kejadian seperti ini tentu dapat merugikan Bandar, karena memang selama ini Bandar hanya memegang kendali terhadap pergerakan harga perusahaan. Jadi jika secara tiba-tiba muncul berita negatif yang dapat merusak citra dan kelangsungan usaha perusahaan, maka Bandar pun akan sulit keluar dari saham ini.

Bahkan investor ritel juga takut untuk membeli saham seperti ini. Apalagi karena jumlah saham yang dimiliki bndar itu bisa jutaan bahkan puluhan juta lot.

Itulah yang membuat IPO Bali United bisa jadi terobosan baru untuk dunia persahaman Indonesia. Karena bisnis dari team sepakbola ditentukan dari kinerja dari team tersebut, yang tidak lain adalah skor pertandingan dari team tersebut.

Karena skor pertandingan sepak bola biasa diatur oleh bandar bola, maka bandar bola bisa dibilang memiliki kendali akan kinerja dan fundamental perusahaan. Jika terjadi pertukaran informasi dan kerja sama antara bandar bola dan bandar saham maka kolaborasi antara kedua bandar ini bisa jadi kombinasi yang mematikan.

Di satu sisi bandar saham akan mengatur pergerakan harga sahamnya di market. Sementara bandar bila akan mengatur kinerja dan fundamental perusahaan. Kolaborasi ini bisa sangat mengurangi risiko dan memaksimalkan hasil yang diperoleh oleh kedua bandar tersebut. (INILAHCOM)