Tumpukan Sampah di Jalan Soreang-Cipatik Bikin Risih Warga

Tumpukan Sampah di Jalan Soreang-Cipatik Bikin Risih Warga
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Hinggi kini, tumpukan sampah rumah tangga masih sering terlihat di tempat pembuangan sampah (TPS) liar di sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung. Beberapa di antaranya ada di beberapa titik di pinggiran Jalan Raya Soreang-Cipatik dan Jalan Raya Nanjung. Tepatnya, di Jalur Cisaat, Margaasih.

Berdasarkan pantauan, sampah di Jalan Raya Nanjung berada di tebing jalan dan hampir masuk ke bahu jalan dan sebagian masuk ke aliran Sungai Citarum. Selain itu, kondisi tersebut menganggu pemandangan para pengendara motor dan mobil yang melintas. Plus, aroma tak sedap yang menusuk hidung para pengguna jalan yang melintas.

Dari informasi warga, sebelum Lebaran kemarin petugas kebersihan telah membersihkan sampah di lokasi tersebut dengan menggunakan alat berat. Namun, pasca Lebaran sampah terus menumpuk yang didominasi sampah rumah tangga.

Aan (59) salah seorang warga setempat membenarkan jika tebing yang berada di pinggir jalan tersebut sering digunakan sebagai TPS liar. Kondisi tersebut sudah berlangsung sejak lama. Bahkan, keberadaannya dijadikan tempat membuang sampah sejumlah warga yang melintas.

"Sampah banyaknya dari yang membuang saat yang melintas jalan. Biasanya, mereka yang tidak bertanggung jawab itu banyak yang buang sampah pukul 02.00 WIB dini hari," kata Aan saat ditemui di lokasi, Senin (17/6/2019).

Menurutnya, tebing tersebut sebenarnya bukan TPS. Namun, masyarakat akhirnya banyak yang membuang sampah ke tempat tersebut karena memang di permukimannya tidak ada TPS. Dia pun mengeluhkan kondisi yang berlangsung sejak lama.

"Sampah disini penyelesaiannya enggak pernah beres," ujarnya.

Salah seorang warga lainnya, Dedi (30) mengaku tidak nyaman jika melintas jalan Raya Nanjung, khususnya saat melintasi tumpukan sampah. Selain tidak enak dipandang, menurutnya bau menyengat terasa saat melintasi jalur tersebut.

Warga berharap agar permasalahan sampah di sana bisa segera dituntaskan. Sebab, keberadaannya tidak sehat untuk lingkungan dan warga sekitar. (Dani R Nugraha)