Wagub Uu Ruzhanul: Indeks Pembangunan di Jabar Meningkat

Wagub Uu Ruzhanul: Indeks Pembangunan di Jabar Meningkat
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum sedang meninjau pelaksanaan PPDB. (Okky Adiana)

INILAH, Bandung - Hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 berjalan langsung, tak ada kendala yang berarti. Di SMA Negeri 8 Bandung, bahkan orang tua siswa membawa kakeknya sebagai dorongan dan motivasi pada anak untuk melanjutkan sekolah.

Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, SMAN 8 Bandung sebagai salah satu sekolah favorit. Dengan antusias ini, pihaknya merasa bangga, bahwa indeks pembangunan di Jawa Barat khususnya dalam dunia pendidikan akan meningkat.

"Tetapi juga harus disampaikan juga kepada orang tua, kalau pun tidak diterima di SMA, ini karena kapasitasnya terbatas cuma 370 siswa," ujar Uu di SMAN 8 Bandung kepada wartawan, Senin (17/6/2019).

Dia menambahkan, program-program lain seperti kebijakan pemerintah, termasuk bagi mereka yang tidak mampu tapi ingin melanjutkan sekolah, pihaknya untuk mendorong mereka supaya bersekolah, karena tanggung jawab pemerintah dalam proses belajar mengajar.

Bagi orang tua yang tidak memasukan anaknya ke sekolah tingkat SMA lanjut dia, jangan sampai anak itu tidak belajar. Di Jawa Barat ini ada lembaga pendidikan yang sudah umum pendidikan formal bahkan pondok pesantren.

"Kami yakin produk juga tidak kalah dengan produk pendidikan formal. Banyak pemimpin-pemimpin yang lahir jebolan pondok pesantren, tapi mohon maaf bukan berarti kami menganaktirikan Pesantren, tidak masuk ke formal langsung ke pesantren," paparnya.

Uu menjelaskan, jika di pondok pesantren ada beberapa pesan yang sarana dan prasarananya, tidak selengkap pendidikan formal untuk belajar. Di Jawa Barat, pihaknya sedang membahas Perda Pesantren dan sudah masuk ke DPRD.

"Di mana pondok pesantren nanti akan ada bantuan secara reguler dari pemerintah provinsi Jawa Barat, mereka mendapatkan bantuan bukan dari posisi, bukan dari seperti pendidikan SD SMP SMA," tambahnya. 

Disinggung terkait SMK di Jawa Barat, lanjutnya, keberadaan SMK memiliki tujuan untuk lebih mudah menyerap tenaga kerja dan membantu meringankan beban orang tua. Akan tetapi, dibutuhkan upaya dalam meningkatkan kualitas lulusannya.

"Kalau di Kota Bandung jumlah SMK sudah cukup, cuma yang perlu ditingkatkan sarana dan prasarananya. Termasuk menambah program studi dan fasilitas yang ada di sekolah-sekolah tersebut," ujarnya.

Ia menilai bahwa yang dibutuhkan dari lulusan SMK adalah kemampuan yang mumpuni, lebih jauh pihaknya berencana akan membuat program satu SMK di setiap kecamatan.

"Rencananya ada di setiap kecamatan terutama untuk di daerah, jadi tidak perlu terlalu jauh. Dan yang tidak kalah penting untuk menanamkan akhlak kepada setiap siswa," tambahnya. (Okky Adiana)