Akumobil.id Bidik Pasar Otomotif Bandung

Akumobil.id Bidik Pasar Otomotif Bandung
Foto: Doni Ramdhani

INILAH, Bandung - Di Kota Bandung, kebutuhan masyarakat untuk memiliki mobil relatif tinggi. Namun, peningkatan minat masyarakat terhadap kepemilikan mobil itu kerap terkendala dengan sistem offline pengajuan kredit yang panjang. 

Untuk itu, kini Akumobil.id hadir di Kota Bandung. Operation Director Akumobil.id Nurul Husni Farid mengatakan, untuk memenuhi minat masyarakat tersebut pihaknya hadir dengan platform yang mudah diakses. 

“Akumobil ini diler mobil digital yang menyediakan semua merek mobil dengan beragam kemudahan. Cukup dengan akses Akumobil.id, customer bisa mendapatkan layanan untuk mobil baru, mobil bekas dan tukar tambah dengan cara pembelian tunai atau kredit,” kata Farid saat Akumobil Motorshow 2019 di Bandung, Senin (17/6/2019).

Menurutnya, sebagai tahap awal pihaknya membidik pasar otomotif Bandung. Strategi tersebut dilakukan karena platform ini lahir di Kota Kembang pada 23 Maret lalu. Pameran yang digelar di Trans Studio Mall (TSM) pada 17-23 Juni 2019 itu merupakan pilot project yang nantinya akan diperluas ke daerah lain.

“Ini pertama kali di Bandung. Nantinya, kita akan bawa ke Tasikmalaya, Garut, Sukabumi, Cirebon, dan daerah lain di Jabar. Bahkan, rencananya kita akan ikut di IIMS (Indonesia International Motor Show) Surabaya,” ujarnya.

Disinggung mengenai posisinya terhadap diler resmi otomotif, Farid menyebutkan mereka merupakan mitra kerja yang saling menguntungkan. Bahkan, sejauh ini pihaknya bekerjasama dengan sejumlah diler merek mobil seperti Honda, Suzuki, Daihatsu, dan Datsun.

Tak hanya itu, Akumobil.id pun kini menjalin kerja sama dengan 20 lembaga pembiayaan yang tersebar di Kota Bandung. Perusahaan leasing yang membantu proses kredit diakuinya sudah bisa menerima aplikasi buatannya.

Khusus mengenai tipe mobil yang paling diincar, Farid mengaku sejauh ini varian city car relatif mendominasi. Sekitar 80% permintaan itu menginginkan mobil mungil tersebut. Sedangkan, sekitar 20-30% itu permintaan multi purposes vehicle (MPV) dan 5% tipe sedan.