Demi Sekolah Impian, Orang Tua Pun Berebut Nomor Antrean

Demi Sekolah Impian, Orang Tua Pun Berebut Nomor Antrean

INILAH, Bandung - Banyaknya pendaftar pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 24 Kota Bandung, Senin (17/6/2019). membuat antrian menjadi tidak tertib, bahkan orang tua siswa sempat bersitegang karena berebut antrean.

Sekretaris Panitia PPDB SMAN 24, E Sanjaya mengatakan memang ada sedikit miskonsepsi atau kesalahpahaman di masyarakat bahwa PPDB sekarang ditentukan dengan waktu pendaftaran.

"Ada klausul yang menyatakan penentuan salah satunya dengan siapa yang pertama mendaftar, padahal kenyataannya khusus untuk zonanya atau koordinatnya sama," katanya saat ditemui di SMAN 24 Bandung.

Karena hal tersebut, orang tua siswa sempat bersitegang karena antrian menjadi tidak tertib, namun menurut Sanjaya  hal tersebut bisa terkendali dan aman.

"Jadi ada beberapa yang kurang sabar, setelah ini akan ada evaluasi, jadi untuk besok ada jalur yang difokuskan,, khususnya yang zonasi jarak dan kombinasi yang tadi membludak akan ditambah ruangannya," ucapnya.

Sanjaya juga mengatakan dengan PPDB tahun ini yang sesuai visi misi Jabar dan Nasional bahwa sekolah menjadi milik sekitar juga menjadi visinya SMAN 24.

"Jadi SMAN 24 ini dibangun dengan visi untuk mencegah migrasi Bandung Timur ke arah Kota. Artinya kita harapkan dengan sistem ini jadi pencegah kemacetan khususnya dan penyebaran kualitas pendidikan akan terjamin," katanya.

Untuk tahun ini, SMAN 24 Bandung akan menerima 288 siswa, dengan tiga jalur utama seperti zonasi, prestasi, dan perpindahan orang tua.

"Rencananya akan menerima 9 kelas, asalnya 10, satu kelas pakai lab, karena keluhan siswa kan nuansa kelasnya kurang, maka lab tersebut difungsikan kembali ke asalnya," ucap Sanjaya. (Agung Budiana)