Iwa Karniwa Jamin PPDB Jabar 2019 Aman

Iwa Karniwa Jamin PPDB Jabar 2019 Aman

Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mengawal pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 agar berjalan dengan sukses. Satu upayanya, yaitu dengan menggandeng Layanan dan Produksi Multimedia (LPM) Institut Teknologi Bandung (ITB) guna mengoptimalkan sistem IT.

Ketua Pelaksana PPDB Jabar 2019, Iwa Karniwa mengaku, sempat gelisah mengenai kesiapan IT ini. Namun, dia lega setelah mendapatkan laporan terkait sistem jaringan tersebut yang dinyatakan aman setelah melakukan beberapa proses ujicoba.

"Saya sudah mendapatkan informasi yang jelas baik itu dari sisi untuk data di server khusus juga menyangkut sistem operasional prosedur sudah dipersiapkan, termasuk juga sudah dilakukan tes untuk 1 juta pendaftar," ujar Iwa usai Pengecekan Kesiapan IT PPDB 2019 di Kantor Disdik Jabar beberapa waktu lalu.

Jumlah satu juta pendaftar pada tes itu, menurut dia, melebihi total output lulusan SMP Negeri/Swasta, MTS Sederajat Negeri/Swasta di Jabar yang hampir berjumlah 800 ribu. "Dan ini membuktikan sistem yang akan digunakan itu sudah digunakan tes melebihi kapasitas," katanya.

Iwa mengatakan, sebanyak 903 SMA dan SMK Negeri di Jabar sudah melakukan pengecekan jaringan guna memastikan agar tidak terjadi kendala. Untuk mengoptimalkan, pihaknya akan terus melakukan upaya monitoring.

Menurutnya, fokus yang dilakukan saat ini memang menitikberatkan pada sistem IT agar pelaksanaan PPDB 2019 di Jabar tanpa hambatan. "Sehingga dalam prosesnya bisa sesuai dengan yang kita harapkan dan masyarkat bisa mendapatkan informasi yang cepat, tepat dan juga tidak membingungkan," katanya.

Disinggung jika terjadi server down yang berdampak website tidak dapat diakses, Iwa menegaskan, langkah antisipasi telah dikaji LPM ITB. Ditegaskannya LPM ITB menjalin kerjasama dengan Indosat sebagai provider yang akan memback-up data calon siswa baru tersebut.

Sementara itu, Ketua Harian PPDB Jabar 2019 sekaligus Kabid SMA Jabar, Yesa Sarwedi Hamiseno mengatakan, secara teknis proses awal pada PPDB 2019 ini menggunakan jaringan private atau intranet. Dengan begitu, menurut dia, para siswa yang berdomisili di daerah yang kesulitan mengakses internet pun tidak akan menemukan hambatan. "Nah kaya ujian nasional juga dari intranet setelah selesai baru diupload ke server. Jadi tidak online terus-terusan," ujar Yesa.

Guna mengoptimalkan kinerja SDM yang bertugas sebagai operator, pihaknya sudah menggelar pelatihan selama satu malam. Sedikitnya ada 500 operator yang ambil bagian dalam kegiatan ini dan akan mengembangkan ke sekolah lainnya. "Kan semuanya ada 900 (sekolah).  Masing masing sekolah itu sudah ada yang mewakili kemudian dia juga melatih sesuai dengan kebutuhan sekolahnya," katanya.

Yesa menjamin tidak akan ada operator yang berbuat curang, terlebih data siswa akan terpublis secara transparan. Adapun operator tersebut, mayoritas adalah teknisi ujian nasional yang sudah terbiasa dengan hajat PPDB dalam setiap tahunnya. Sehingga pihaknya optimis pada tahun ini pun akan sukses. "Ini bukan pertama kali ini ketiga, sistemnya hampir sama hanya penyempurnaan penyempurnaan. Aplikasinya hampir sama," pungkasnya.

Penuh Antusias

Sementara itu, memasuki hari pertama pendaftaran PPDB SMK/SMA di Jabar, antusias peserta didik sangat luar biasa. Mereka bahkan rela antre sejak pukul 04.30 WIB untuk mengikuti PPDB 2019. Hasil pantauan INILAH di sejumlah SMA/SMK seperti SMAN 1, SMAN 24, SMAN 8 Kota Bandung, SMAN 1 Soreang, serta sejumlah sekolah lainnya penuh dengan antrean panjang.

Di SMAN 8 misalnya, kendati antrean sudah terlihat sejak pagi, namun pelaksanaan PDDB hari pertama berjalan baik.

Kepala SMAN 8 Bandung, Suryana mengatakan, PPDB 2019 berjalan lancar, bahkan tidak ada hambatan apapun. Banyak orangtua siswa yang datang lebih pagi, karena banyaknya penumpukan siswa. "Jadi begitu sudah dapat antrean langsung dipersilahkan masuk, karena banyak orang tua yang datang cepat bahkan dari pukul 04.00 WIB," ujar Suryana di kampus SMAN 8 Bandung, Senin (17/6).

Dia mengungkapkan, sejak pagi antrean pendaftar memang cukup banyak, karena adanya rumor bagi yang lebih cepat diinput datanya, maka akan berpengaruh pada diterima atau tidaknya siswa, padahal hal tersebut tidak benar.

Diakuinya untuk pendaftaran calon peserta didik ditutup pada antrean 200, yang dilanjutkan penginputan data pada esok hari. Mengingat masa pendaftaran dari 17 -22 Juni 2019. "Kami mengimbau kepada orangtua dan calon peserta didik untuk sabar, karena semua akan terlayani dengan baik," tambahnya.

Kondisi serupa juga terlihat di SMAN 1 Kota Bandung. Hari pertama Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 1 Bandung terlihat ramai oleh para siswa dan orang tua siswa yang datang pada Senin (17/6/2019), bahkan beberapa sudah datang sekira pukul 4.30 wib.
"Ada yang datang jam setengah lima tadi, saya taunya pas dihubungi security, katanya sudah banyak yang antri," kata Sekretaris PPDB SMAN 1 Bandung, Rikki M Ramdhani, saat ditemui di SMAN 1 Bandung.

Menurut Rikki, pemikiran orang tua masih dengan sistem yang lama, padahal waktu pendaftaran bukan jadi yang utama, hal tersebut juga sudah disosialisasikan pada 11 Juni 2019 lalu ke sekolah-sekolah terdekat.

Sama seperti SMA Negeri lain di Kota Bandung, pada hari pertama Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 24 Bandung juga membludak dengan jumlah pendaftar lebih dari 500 orang.

Sekretaris Panitia PPDB SMAN 24, E Sanjaya mengatakan pada hari pertama menyiapkan 500 nomor antrian, namun jumlah tersebut ternyata masih kurang, karena antusiasme pendaftar SMAN 24 cukup tinggi. "Diluar ekspektasi kita, disiapkan 500 antrian ternyata yang datang lebih dari itu. Ruangan yang disiapkan juga karena kelebihan itu jadi overload," katanya saat ditemui di SMAN 24 Bandung, Senin (17/6)

Menurut Sanjaya, nomor antrian yang sudah disebar tersebut mengakibatkan panitia harus melayani hingga sore hari, padahal secara teknis seharusnya dari pukul 8.00 wib sampai pukul 14.00 wib. "Paling setengah lima juga sudah beres, tapi ada beberapa orang yang masih melengkapi kita juga tunggu itu," ucapnya.

Dia juga mengatakan SMAN 24, saat ini sudah dikenal masyarakat sebagai SMA unggulan khususnya di wilayah Bandung Timur, hingga pendaftar di hari pertama sampai membludak. "Selama 17 tahun dari 2002 kita bangun sekolah ini hingga sekarang bisa masuk 5 atau 6 besar di Kota Bandung, kalo dulu clusternya jauh sekali," katanya. (rianto n/agung b/okky/r dani n/ghi)