Pemkot Launching Batik ASN dan logo 100 persen Bogor

Pemkot Launching Batik ASN dan logo 100 persen Bogor
Pemerintah Kota (Pemkot) launching logo 100 persen Bogor Pisan dan Batik Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bogor di Mall Botani Square, Kota Bogor Senin (17/6/2019) malam. Kedepan batik ini wajib dikenakan bagi para ASN di Kota Bogor, minimal seminggu sekali.

INILAH, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) launching logo 100 persen Bogor Pisan dan Batik Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bogor di Mall Botani Square, Kota Bogor Senin (17/6/2019) malam. Kedepan batik ini wajib dikenakan bagi para ASN di Kota Bogor, minimal seminggu sekali.

"Jadi tidak ada lagi alasan bagi para ASN Kota Bogor untuk tidak mengenakannya," ungkap Wali Kota Bogor, Bima Arya usai melaunching Batik ASN.

Bima mengatakan, ini semua adalah berkat kerja keras semua, identitas yang muncul dari launching logo 100 persen Bogor Pisan dan batik ASN Kota Bogor akan semakin membanggakan Kota Bogor dan akan semakin mulia jika ditempatkan pada posisi yang mulia.

"Saya apresiasi kepada jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, Dekranasda Kota Bogor dan Badan Kuliner (Bakul) Kota Bogor yang dalam usahanya tidak mengenal lelah memberikan ruang bagi UMKM," tambahnya.

Bima melanjutkan, secara bertahap Pemkot Bogor muliakan mereka (UMKM) agar menjadi tuan rumah di Kota Bogor. Cita cita, mimpi dan keinginan UMKM, masyarakat dan pemerintah sama, menjadi tuan rumah di rumah. 

"Artinya ketika rezeki dan keberkahan mengalir di kota ini karena kerja, jerih payah dan ikhtiar kita. Kita gunakan kekuasaan, kewenangan dan hak kita untuk mempercepat dan mendukung cita-cita, mimpi dan keinginan kita," tambah Bima.

Kedepan kata Bima, tantangan yang ada menjadi tanggung jawab semua, untuk itu dirinya mengajak semua untuk bersama-sama mendorong, memberdayakan dan meningkatkan produk UMKM Kota Bogor.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, Ganjar Gunawan mengatakan, dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Bogor, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah menandatangani 24 kesepakatan strategis dengan beberapa pihak dalam launching logo 100 persen Bogor Pisan dan Batik ASN. Dari kesepakatan yang akan ditandatangani tersebut, Pemkot Bogor bermitra dengan beberapa pihak untuk membantu menyediakan, mempromosikan dan menjual produk IKM Kota Bogor. 

"Diantaranya dengan empat pusat perbelanjaan yang ada di Kota Bogor, seperti Botani Square Bogor, Toserba Yogya, Transmart, Bogor Trade Mall (BTM), dua retail yakni Prima Freshmart dan Alfamart, dua hotel yakni hotel 101 dan Hotel Permata serta Bogor Raincake," ungkap Ganjar.

Ganjar melanjutkan, untuk pembayarannya, juga di jalin kemitraan dengan para perusahaan penyedia E-Commerce, yang terdiri dari GoJek, BliBli.com, Shopee, Moca dan Emoji. Melalui aplikasi yang tersedia, pelaksanaan pembayaran dapat dilakukan secara non tunai memanfaatkan fitur atau merchant yang ada. Selain itu, kegiatan launching logo 100% Bogor Pisan dan batik ASN Kota Bogor merupakan tindak lanjut Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Permendag) Nomor 47 Tahun 2016 tentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) yang mengamanatkan dan mendorong pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan konsumsi produk lokal.

"Termasuk didalamnya produk IKM Kota Bogor, diantaranya melalui sosialisasi, promosi sampai himbauan dan sebagainya. Berdasarkan perhitungan yang dilaksanakan Kementerian Perdagangan di tingkat nasional penggunaan produk dalam negeri mencapai 89 persen," tuturnya.

Dengan adanya logo tersebut, lanjut Ganjar, warga Kota Bogor maupun masyarakat secara luas akan mengetahui produk IKM asli Kota Bogor yang sudah go public dan berkualitas. Bagi para pelaku IKM Kota Bogor yang akan menggunakan logo ini diharuskan untuk mendaftar.

"Berdasarkan data tahun 2018, secara umum IKM kota Bogor berjumlah 4.726 yang terbagi dua, kerajinan dibawah koordinasi Dekranasda Kota Bogor sedangkan kuliner di bawah koordinasi Bakul Kota Bogor," pungkasnya. (Rizky Mauludi)

Loading...