Fasilitasi Penumpang BIJB, 93 Bus Disiapkan dari 9 Kota/Kabupaten

Fasilitasi Penumpang BIJB, 93 Bus Disiapkan dari 9 Kota/Kabupaten

INILAH, Bandung - Per 1 Juli 2019, sejumlah maskapai penerbangan di Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung sudah harus pindah ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Kabupaten Majalengka. Untuk memfasilitasi penumpang menuju BIJB, 93 armada bus disiapkan dari sembilan kota kabupaten di Jawa Barat. 

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar Hery Antasari mengatakan BIJB bekerjasama dengan 12 perusahaan otobus (PO) yang menyediakan shuttle. Adapun dari Kota Bandung, dia katakan, sedikitnya ada 34 armada yang akan mengantarkan penumpang menuju BIJB.

"Kalau dari Bandung akan lewat Cipali dengan jarak tempuh hanya dua jam jika arus normal, meski dipindahkan dari Husein tetap lebih cepat ke BIJB di banding ke Soekarno Hatta Cengkareng atau ke Halim Perdanakusuma yang bisa menempuh waktu sekitar empat jam, masyarakat tinggal membandingkan," ujar Hery di Kantor Dishub Jabar, Kota Bandung, Selasa (18/6/2019).

Bilamana Tol Cisumdawu sudah rampung, makan dipastikan akan memangkas waktu para penumpang khususnya dari Bandung Raya menuju ke BIJB. "Hanya 45 menit, Yang jelas hitungan waktu juga masih tetap diuntungkan," katanya. 

Kelebihan BIJB, kata Hery, untuk cakupan penumpang bukan hanya warga Jawa Barat saja. Namun dapat pula diakses warga Jawa Tengah, seperti Brebes, Tegal, Cilacap dan Banyumas.

"Beberapa kota lain di Jawa Tengah itu biasa terbang dari Semarang atau Yogyakarta sekarang nanti ke BIJB," ucap dia. 

Lebih lanjut, terkait intensitas arus penumpang pihaknya akan berupaya meningkatkan melebihi Bandara Husein Sastranegara yang pertahun maksimal hanya mencapai 4.000 penumpang. "Apron yang lebih luas berpotensi akan menaikan jumlah penumpang," ucap Hery. 

Hery berharap, perpindahan bisa berjalan secepatnya dan berjalan lancar. Adapu masalah perpindahan ini adalah hanya pemesan tiket yang sudah dari jauh hari diberitahukan pindah ke BIJB Kertajati. 

"Saya optimis BIJB akan berjalan maksimal dalam waktu dekat ini, sesuai dengan pernyataan wakil Gubernur dan Menteri perhubungan," tuturnya

Dari sembilan maskapai di Bandara Husein Sastranegara, tujuh di antaranya telah sepakat untuk memindahkan penerbangannya. Hery menegaskan, untuk dua maskapai lainnya mau tidak mau harus turut menyepakati.

"Tinggal dua maskapai itu mau tidak mau harus sepakati itu, pasalnya Angkasa Pura II sebagai operator bandara sudah siap untuk beroperasi di bandara Kertajati," katanya.

Kendati penerbangan maskapai berpindah ke BIJB, namun Bandara Husein Sastranegara pun tetap akan beroperasi sebagai penyeimbang. Hanya saja, nantinya hanya melayani penerbangan internasional, jet pribadi dan juga pesawat baling-balik berkapasitas kecil. Kendetap beroperasi sebagai penyeimbang. 

"Bagaimanapun kita harus tetap mengoperasikan empat bandara yang ada di Jawa Barat seperti Bandara di Tasikmalaya dan di Pangandaran, dengan pesawat baling-baling kapasitas kecil Bandara Husein masih digunakan," katanya. 

Lebih lanjut, menurut Hery, kondisi bandara Husein Sastranegara di kota Bandung ini sudah tidak memungkinkan menambah rute penerbangan. Itu karena pelataran pesawat atau apron yang sudah tidak ada lagi ruang. 

"Kemudian lagi runway hanya 1.200 meter menyebabkan kenyamanan mendarat sangat tidak enak, ditambah yang bisa menerbangkan dan mendarat di bandara itu hanya pilot senior karena letak geografis ditengah kota," katanya. (Rianto Nurdiansyah) 

Loading...