Gali Potensi PAD, Emil Serius Kembangkan Wisata Air di Waduk Jatiluhur

Gali Potensi PAD, Emil Serius Kembangkan Wisata Air di Waduk Jatiluhur
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta - Pesona Waduk Ir Djuanda (Jatiluhur), Kabupaten Purwakarta, selama ini masih jadi primadona sebagai tujuan wisata. Tak heran, setiap akhir pekan atau musim liburan, kawasan ini kerap diserbu pelacong dari berbagai daerah.


Bisa di bilang, sampai saat ini waduk buatan yang memiliki luas sekitar 8.300 hektare itu, masih memiliki daya tarik tersendiri bagi yang 'doyan' berwisata. Kendati, di kabupaten ini banyak terdapat tempat wisata yang tak kalah menarik lainnya.


Waduk Jatiluhur ini, bisa juga dikatakan serba guna. Karena, selain berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan kebutuhan air irigasi, lokasi ini pun menjadi objek wisata favorit. Salah satu yang memberdakan waduk ini dengan lokasi wisata lain, mungkin keindahan alamnya yang masih cukup asri.


Mungkin, eksotika alam Jatiluhur ini sangat luar bisa. Bahkan bisa dibilang tak ada bandingannya. Apalagi, lokasi waduk ini dikelilingi pegunungan bebatuan yang sangat indah. Sehingga, menjadikan lokasi ini lebih terlihat menarik.


Eksotika Waduk Jatiluhur, ternyata cukup menarik perhatian Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil. Tak ayal, pihaknya pun berencana menpercantik kawasan tersebut. Sehingga, kedepan kawasan ini menjadi lokasi wisata air unggulan di Jawa Barat.


Belum lama ini, Pemprov Jabar dan PJT II Jatiluhur selaku pengelola waduk buatan itu, menjajaki kerjasama untuk melakukan pengebangan wisata di kawasan ini. 


Karena, Emil (sapaan Gubernur) melirik potensi lain yang bisa dikembangkan. Tentunya, dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.


Menurut Kang Emil, unsur air itu multi dimensi. Jadi tak hanya dilihat dari sisi manfaatnta untuk irigasi dan air baku. Tapi, bisa juga dikembangkan untuk sektor pariwisata.


Sejauh ini, kata Emil, Waduk Jatiluhur mempunyai keindahan alam dan merupakan infrastruktur strategis yang ada di Jawa Barat. Sehingga, ia menilai, lokasi ini bisa dikembangkan menjadi daerah wisata.


"Pengelolaan air untuk pariwisata, sejauh ini saya rasa belum digali dengan maksimal. Makanya, kami akan memaksimalkan potensi ini," ujar Emil saat meninjau langsung kondisi waduk Jatiluhur.


Salah satu cirinya belum maksimal potensi ini, yakni dapat dilihat dari pendapatan daerahnya yang belum tergali maksimal. Salah satunya, pendapatan dari hotel.


Selain itu, dia berpendapat, pariwisata itu harus ada segmentasi. Yakni, untuk kebutuhan menengah kebawah dan menengah ke atas. Artinya, semua kalangan harus difasilitasi.


"Hitungan enam bulan hingga satu tahun kedepan kita kembangkan potensi di sini. Hingga pada akhirnya, air di Jatiluhur ini bisa membawa manfaat dari segala dimensi," jelas dia.


Emil menambahkan, tahun ini Pemprov Jabar membelanjakan anggaran lebih dari Rp 500 miliar untuk pengembangan pariwisata. Selain jatiluhur, sekitar 30 lokasi lain yang juga akan ditata menjadi destinasi wisata.


"Untuk Jatiluhur, mungkin yang akan kami tonjolkan itu hotel terapung dan Kampung Wisata Air," pungkasnya. (Asep Mulyana)