Investasi Rp200 Miliar, Indocement Ekpansi Usaha Tambang Batu Andesit

Investasi Rp200 Miliar, Indocement Ekpansi Usaha Tambang Batu Andesit
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Setelah sukses mengeluarkan produk pionir beton, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk kembali melakukan ekspansi bisnis. Kali ini, pabrik semen terbesar kedua di Indonesia itu menggarap produk batu andesit.

Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Christian Kertawijaya mengatakan, pihaknya sudah membuka usaha tambang batu andesit di Kampung Pamoyanan, Desa Cikutamahi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor.

"Tahun ini kami lakukan ekpansi ke unit bisnis lainnya yaitu batu andesit di Kampung Pamoyanan, Cikutamahi, Cariu. Untuk membangun unit bisnis baru ini kami menanamkan modal sebesar Rp200 miliar," kata Christian kepada wartawan, Rabu (19/6/2019).

Menurutnya, Bukit Pamoyanan yang mengandung cadangan batu andesit mencapai 25 juta ton. Berdasarkan hal itu, jajarannya meyakini usaha tambang tersebut akan berlangsung jangka panjang dan menghasilkan keuntungan yang relatif baik.

"Cadangan batu andesit sebanyak 25 juta ton tersebut kemungkinan baru bisa habis pada 12 atau 13 tahun mendatang. Dengan besarnya potensi tersebut, kami yakin akan menguntungkan bagi perusahaan," tambahnya. 

Sedangkan, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Antonius Marcos menjelaskan prospek penjualan batu andesit terbilang relatif bagus. Pasalnya, kebutuhan material itu relatif tinggi seiring banyaknya pembangunan insfrastruktur maupun tumbuhnya usaha properti.

"Prospek bisnis batu andesit ini sangat bagus. Apalagi, kualitas batu andesit asal Bogor sudah diakui di tingkat nasional. Artinya, kami tak kesulitan untuk memasarkannya," jelas Marcos.

Dia menambahkan, selain menguntungkan bagi perusahaan keberadaan usaha tambang itu memiliki keuntungan bagi daerah sekitar. Terlebih, usaha itu memiliki legalitas yang nantinya menguntungkan bagi masyarakat setempat dan Pemkab Bogor.

"Rencananya, puluhan hingga ratusan lowongan kerja akan kami buka dan menyerap tenaga kerja lokal atau warga setempat. Selain itu, pajak yang kami berikan tentunya meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah) Kabupaten Bogor," lanjutnya. (Reza Zurifwan)

Loading...