KPUD Kota Bogor Siap Jadi Saksi Dalam Persidangan

KPUD Kota Bogor Siap Jadi Saksi Dalam Persidangan
Ketua KPUD Kota Bogor Samsudin

INILAH, Bogor - Di sidang Mahkamah Konstitusi (MK), Kota Bogor masuk dalam daftar salah satu daerah yang dipaparkan saksi dari Tim Prabowo-Sandiaga. Disebutkan, ada sejumlah data kartu keluarga palsu sehingga berpengaruh untuk jumlah daftar pemilih tetap (DPT). 

Menanggapi hal itu, KPUD Kota Bogor menyerahkan semua langkah kepada KPU RI. Ketua KPUD Kota Bogor Samsudin mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan jawaban kuat. Meski demikian, nantinya KPU RI yang akan menjawab pada sidang lanjutan MK.

"Dari pihak pemohon menyampaikan itu, nanti paling dijawab oleh pihak termohon KPU RI," kata Samsudin kepada wartawan, Rabu (19/6/2019).

Menurutnya, data yang dipegang Tim Prabowo-Sandiaga kemungkinan merupakan data lama. Dia menjelaskan, semua data DPT itu sebenarnya sudah diperbaiki di tingkat KPUD Kota Bogor sebelum proses Pemilu.

"Dari KPU Kota Bogor, lokus yang sudah disampaikan itu sudah kami diperbaiki. Apa yang disampaikan oleh pihak pemohon itu sudah diselesaikan di tingkat KPU Kota Bogor," tambahnya.

Samsudin memaparkan, proses pemutakhiran data pemilu dilakukan secara berjenjang serta secara periodik. Pihaknya juga sudah memastikan setiap data DPT yang mengalami kekeliruan sudah diperbaiki sebelum pelaksanaan Pemilu.

"Proses pemutakhiran data Pemilu itu dilakukan secara berjenjang dan secara periodik. Apa yang disampaikan BPN itu mungkin data KPU lama. Tapi, data yang kami punya itu data terakhir khususnya data DPT sudah diperbaiki," paparnya.

Dia menekankan, data DPT dalam Pemilu kemarin diakuinya sudah benar. Sehingga, pertanyaan tersebut akan dijawab KPU RI. Kalau pun demikian, pihak KPUD Kota Bogor siap jika harus diminta menjadi saksi.

"Jawaban kami itu sudah betul, tidak ada atau tidak ditemukan adanya DPT fiktif. Sudah kami kuatkan data dan buktinya. Tapi, itu kan momentum di persidangan itu KPU RI akan menjawabnya di persidangan. KPUD Kota Bogor dalam hal ini pihak terkait, kalau diperintahkan KPU RI untuk memberikan bukti dan menjadi saksi kami sudah siap," pungkasnya. (Rizki Mauludi)

Loading...