Hotel Terapung dan Kampung Wisata Air Sejalan RJPP Waduk Jatiluhur

Hotel Terapung dan Kampung Wisata Air Sejalan RJPP Waduk Jatiluhur

INILAH, Purwakarta - Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur, belum lama ini menjajaki kerja sama dengan Pemprov Jawa Barat untuk melakukan pengembangan wisata di kawasan Waduk Ir Djuanda (Jatiluhur).

Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil juga telah melakukan kunjungan kerja ke lokasi ini, guna memastikan apa saja yang akan dikembangkan di kawasan tersebut. Emil sepertinya lebih tertarik untuk hotel terapung dan Kampung Wisata Air.

Direktur Utama PJT II Jatiluhur, U Saefudin Noer, mengatakan, pihaknya telah duduk bersama dengan jajaran pemerintahan provinsi terkait penataan waduk Jatiluhur ini. Ada beberapa poin dalam pertemuan kemarin. Salah satunya, membahas rencana jangka pendek, menengah dan jangka panjang dalam pengembangan wisata ini.

"Pak Gubernur berencana menpercantik kawasan Waduk Jatiluhur. Sehingga, ke depan kawasan ini akan disulap menjadi lokasi wisata air unggulan di Jawa Barat," ujar Saefudin kepada INILAH, baru-baru ini.

Sebenarnya, rencana pengembangan kawasan Jatiluhur ini sejalan dengan program perusahaannya. PJT II tengah berencana mengoptimalkan potensi lahan milik perusahaan. 

Menurut dia, salah satu faktor yang bisa menyukseskan RJPP perusahaannya, tak lain melalui kolaborasi dengan pemerintahan daerah. 

"Ini jadi momen yang sangat positif. Karena di tengah kita menyiapkan Rencana Jangka Panjang Pembangunan (RJPP) 2019-2024, gubernur juga memiliki konsep Jabar Juara yang salah satunya adalah penataan pariwisata," tuturnya.

Dia menjelaskan, RJPP perusahaan ditargetkan selesai pada September 2019. Artinya, anggaran perusahaan yang dibutuhkan untuk program pengembangan pariwisata baru bisa diketahui saat itu. Termasuk, anggaran untuk kerja sama yang akan ditawarkan kepada pemerintah daerah maupun provinsi.

Yang pasti menurutnya, program pengembangan wisata di Waduk Jatiluhur ini tidak bisa hanya mengandalkan salah satu pihak saja. Artinya, dari mulai sharing konsep dan sharing peran masing-masing harus dibahas secara matang.

"Kalau bicara investment sharing, tentu kita bicara dengan pemerintah daerah atau investor swasta," kata Saefudin. (asep mulyana)
 

Loading...