Purwakarta Optimalkan Peran Bank Sampah

Purwakarta Optimalkan Peran Bank Sampah
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Purwakarta - Pemkab Purwakarta, akan mengoptimalkan peran bank sampah untuk menekan produksi sampah dari masyarakat sebelum dibuang ke TPA Cikolotok, Desa Margasari, Kecamatan Pasawahan.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta menilai, cara ini cukup efektif untuk menangani sampah. Selain itu, supaya sampah yang dihasilkan dari setiap rumah tangga bisa termanfaatkan dan bernilai ekonomis.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta, Deden Guntara menuturkan, selama ini sampah yang dibuang ke TPA Cikolotok masih bersifat campuran antara sampah organik dan anorganik. Padahal, menurutnya, jika masyarakat jeli sampah ini bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomis.

"Sejauh ini keberadaan sampah belum termanfaatkan dengan baik. Padahal, ini bisa bernilai ekonomis," ujar Deden, Kamis (20/6/2019).

Untuk itu, sambung dia, kedepan pihaknya akan mengoptimalkan peran Bank Sampah. Supaya, sampah yang dibuang ini bisa bermanfaat. Tujuan lainnya, tentu untuk menekan produksi sampah yang ada.

Menurut dia, pengelolaan sampah itu harus dimulai dari bawah (rumah tangga). Kedepan, pihaknya akan mendorong masyarakat supaya memilah dulu sampah yang akan dibuangnya. Sampah tersebut, harus dipisahkan antara tabg organin dan anorganiknya.

"Jadi, sebelum dibuang, sampah tersebut harus dipisahkan dulu, mana yang organi mana yang anorganik," jelas dia.

Nantinya, sambung dia, sampah yang sudah terkumpul dan terpisah ini ditabung di pengelola bank sampah. Kemudian, pihak pengelola akan mengolah sampah yang organik untuk jadi kompos. Kemudian yang anorganik, semilas plastik akan dikelola untuk didaur ulang kemudian dijual.

Dia menjelaskan, selain membantu meminimalisasi produksi sampah, konsep bank sampah ini juga turut membantu perekonomian warga. Sehingga, sampah yang dihasilkan memiliki nilai manfaat.

Dalam hal ini, kata dia, peran dinasnya itu yakni turut membantu pengelola bank sampah. Misalnya, membantu memasarkan produk sampah hasil daur ulang tersebut. (Asep Mulyana)