Kampung Cijulang Terancam Terisolasi

Kampung Cijulang Terancam Terisolasi
Warga Desa Kopo, Cisarua, terancam terisolasi. (Reza Zurifwan)

INILAH, Cisarua – Warga Desa Kopo, Cisarua, khususnya RW 05 Kampung Cijulang, terancam tidak bisa lagi menggunakan jalan atau jembatan yang menghubungkan desanya dengan Desa Cipayung Datar, Megamendung. Pemilik lahan hanya memperbolehkan lahannya dipakai hingga akhir bulan Juni nanti.

Jalan tersebut sempat amblas terbawa derasnya arus Sungai Ciliwung, April lalu. Akibatnya, warga meminjam lahan milik Nanang Muhammad Suarsa sebagai jalan darurat.

“Pemilik lahan, Nanang dan keluarga besarnya, hanya mengizinkan lahannya dipinjam untuk jalan hingga akhir Juli ini. Karena itu warga Kampung Cijulang pun mengumpulkan sumbangan dari masyarakat untuk membangun tanggul penahan tanah dan jalan di bekas lahan yang amblas,” ucap Iman Sukarya, warga sekitar kepada wartawan, Kamis (20/6).

Ayah tiga anak ini mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah kecamatan hingga daerah yang tidak memberikan bantuan material atau tenaga kerja.

“Pembangunan jalan yang menghubungkan dua  kecamatan ini harusnya dibantu pembiayaannya oleh pemerintah daerah. Apalagi anak-anak warga kami banyak yang sekolah di SDN Cipayung 2 dan SDN Cipayung Girang 3 yang lokasinya hanya 10 meter dari jalan yang amblas lalu,” sambungnya.

Ketua RT 04, RW 05 Kampung Cijulang Suhendra berharap Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane memberikan bantuan untuk pembangunan jalan dan juga sayap jembatan ini.

“Memang yang jalan amblas hingga memutuskan moda transportasi ini sempat putus, lalu secara darurat kami membangun jalan di awal Mei lalu. Selain 'mengetuk hati' pemerintah daerah, kami pun meminta bantuan kepada BBWS Ciliwung-Cisadane. Kalau tidak diperbaiki jembatan Cijulang pun akan putus karena sayapnya yang juga akan amblas,” harap Suhendra.

Ia  melanjutkan akibat tidak adanya bantuan dari pemerintah kecamatan, warga pun  meminta Corporate Social Responsibility (CSR) ke kontraktor Bendungan Ciawi (Cipayung).

“Kami akhirnya mengirimkan surat permohonan CSR ke PT Abipraya-PT Sacna KSO selaku kontraktor Bendungan Ciawi (Cipayung). Qarga meminta bantuan material, alat berat, dan operatornya,” lanjutnya. (reza  zurifwan)