Genjot Produksi Jagung, Purwakarta Optimalkan Lahan Negara

Genjot Produksi Jagung, Purwakarta Optimalkan Lahan Negara
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Purwakarta - Pemkab Purwakarta, mengotimalkan supaya lahan kering milik negara dan masyarakat bisa termanfaatkan. Salah satunya, didorong untuk menjadi areal pertanian dan perkebanunan.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Agus Rachlan Suherlan menuturkan, sejauh ini pengembangan sektor pertanian merupakan salah satu program yang diprioritaskan di wilayahnya. Untuk itu, sektor pertanian ini harus terus didorong, supaya, produktivitasnya semakin meningkat.

"Tak hanya jenis padi, tanaman pertanian lainnya pun terus diperhatikan. Salah satunya jagung," ujar Agus kepada wartawan, Jumat (21/6/2019).

Khusus jagung, Agus menjelaskan, selama periode Oktober 2018 hingga Maret 2019 di Purwakarta ada lahan seluas 1.008 hektare yang telah ditanami jagung. Kemudian, di perode April-Mei 2019 luasannya bertambah 50 hektare.

"Sampai saat total luasan lahan yang telah ditanami jagung mencapai 1.058 hektare," jelas dia.

Lahan tersebut, kata dia, tersebar di sejumlah kecamatan. Yang terluas ada di Kecamatan Tegalwaru, yakni mencapai 625 hektare. Untuk lahannya sendiri, sambunga dia, yakni milik masyarakat dan negara.

"Seperti di Kecamatan Campaka, kami memanfaatkan lahan milik PTPN untuk ditanami jagung ini," jelas dia.

Menurut dia, potensi lahan untuk pengembangan jagung di wilayahnya lumayan cukup besar. Karena, selain menggunakan lahan masyarakat, dalam program ini bisa bekerjasama dengan Perhutani.

Alasan dipilihnya tanaman jagung di wilayah ini, karena dinilai sangat cocok dengan lingkungannya. Tak hanya itu, jagung merupakan komiditi yang penting setelah padi. 

Agus melansir, dari hasil ubinan yang dilakukan pada panen akhir perkebunan jagung ini di ketahui produktivitasnya mencapai 10.55 ton tongkol kering per hektarenya.

"Kemarin kita telah melakukan panen di lahan jagung yang ada di Kecamatan Tegalwaru," jelas dia.

Dia menjelaskan alasan dipilihnya tanaman jagung di wilayah ini. Karena dinilai sangat cocok dengan lingkungannya. Tak hanya itu, jagung pun merupakan komiditi yang penting setelah padi. Kemudian, harga jualnya pun relatif tinggi.

"Komoditas jagung termasuk bahan pangan strategis selain padi dan kedelai. Harganya saat ini Rp 3.000 per kilogram di tingkat petani," tambah dia.

Dia kembali menambahkan, pada skala nasional  jagung merupakan komoditas ekspor. Sedangkan, untuk di Jabar sendiri, produksi pangan ini masih diorientasikan untuk memenuhi kebutuhan lokal. (Asep Mulyana)

Loading...