Hadiah Timah Panas untuk Pelaku Curas di Bogor

Hadiah Timah Panas untuk Pelaku Curas di Bogor
1 dari 11 orang tersangka pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) yang telah menggondol uang dan barang senilai Rp 280 juta di minimarket modern dilumpuhkan dengan timah panas oleh Satreskrim Polres Bogor.

INILAH, Cibinong-1 dari 11 orang tersangka pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) yang telah menggondol uang dan barang senilai Rp 280 juta di minimarket modern dilumpuhkan dengan timah panas oleh Satreskrim Polres Bogor.


Pelaku AR (28 tahun) ditembak oleh anggota Satreskrim karena saat penyergapan atau penangkapan di jalan raya melakukan perlawanan hingga dianggap membahayakan petugas.


"Karena melawan dan memilki senjata api pelaku atau tersangka AR (28 tahun) selaku kapten (ketua genk) terpaksa kami 'lumpuhkan' kakinya menggunakan timah panas," ucap Kasatresmkrim Polres Bogor AKP Benny Cahyadi kepada wartawan, Senin (24/6).


Mantan Kasatreskrim Polres Cianjur ini menerangkan dari barang bukti yang berhasil diamankan jajarannya selain kunci letter T, belasan kartu ATM, uang, 3 unit motor bodong dan dua pucuk senjata api.


"Dua pucuk senjata api ilegal ini dimiliki oleh AR (28 tahun) dan DB (25 tahun),  keduanya dikenakan pasal tambahan Undang-Undang Darurat  nomor 12 tahun 1951 dengan maksimal hukuman 20 tahun sementara 9 orang tersangka lainnya hanya dikenakan ancaman pasal 363 dan 365 KUHP," terangnya.


Kapolres Bogor AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika menambahkan 11 orang tersangka kerap beroperasi di Jakarta, Bekasi, Bogor dan Banten. Kasus curas ini berhasil diungkap berkat laporan masyarakat.


"Berdasarkan laporan masyarakat dan para tersangka, mereka sudah 8 kali melakukan aksi curasnya di wilayah Jakarta, Bekasi, Bogor dan Banten. Mereka juga pelaku kejahatan ganjal ATM dan sebelum maupun sesudah melakukan aksinya kerap menggunakan narkotika (jenis sabu)," tambah AKBP Dicky.


Ayah tiga orang anak ini menuturkan jajaran Satreskrim masih mendalami apakah ada 'orang dalam' atau pegawai minimarket modern dalam aksi curas dan ganjal ATM ini.


"Kami masih menggali atau mendalami apakah ada peran 'orang dalam' dari pihak minimarket modern, selain telah merugikan pihak pemilik minimarket modern aksibpara tersangka ini juga telah meresahkan masyarakat hingga jadi prioritas kami agar kasus ini segera dituntaskan," tuturnya.


Solihin Corporate Affair Director PT Sumber Alfaria Trijayaelanjutkan dirinya beserta jajaran berterima kasih kepada pihak Polres Bogor yang telah mengungkap kasus curas dan ganjal ATM ini.


"Kejahatan mereka telah merugikan kami, pihak perbankan dan meresahkan masyarakat sekitar mininarket modern,  untuk mencegah kejahatan curas serta ganjal ATM ini terjadi lagi kami akan meningkatkan kerjasama dengan pihak kepolisian, memasang Closed Circuit Televisi (CCTV) dan berkordinasi dengan masyarakat sekitar," lanjut Solihin. (Reza Zurifwan)