Polres Cianjur Terus Dalami Pencurian Limbah Kuning

Polres Cianjur Terus Dalami Pencurian Limbah Kuning
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Cianjur- Jajaran Polres Cianjur terus mendalami perkara pencurian delapan ton limbah kuningan yang menimpa PT Hanyoung Nux yang diduga dilakukan oknum pegawai perusahaan elektronik tersebut.

Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah melalui Kanit Reskrim Polsek Sukaluyu, Aiptu Dadang Rustandi di Cianjur Senin, mengatakan pihaknya telah memanggil pihak manajemen, pegawai dan pengurus Karangtaruna Desa Hegarmanah, sebagai saksi untuk menindaklanjuti tindak pidana tersebut.

"Kami sudah mengumpulkan keterangan dari saksi mulai dari pegawai dan pihak manajemen perusahaan, sehingga kasus pencurian tersebut sudah bisa dilimpahkan ke kejaksaan dan segera disidangkan," katanya.

Dia menjelaskan, aksi ketiga pelaku yang merupakan pegawai perusahaan berinisial EM (34), IS (26) dan SS (26) tertangkap tangan warga sekitar, saat memindahkan hasil curian ke dalam mobil.

"Pelaku masih berstatus sebagai pegawai di PT Hanyoung Nux. Berdasarkan keterangan pelaku aksi tersebut didasari karena sakit hati pada pihak manajemen yang tidak terbuka dalam pembangian hasil," katanya.

Pelaku merasa sakit hati karena tidak mendapat bagian dari hasil penjualan limbah besi kuningan milik perusahaan yang datanya dimanipulasi pihak manajemen, sedangkan mereka mengetahui hal tersebut dan disuruh tutup mulut.

"Kami masih mendalami keterangan dari pelaku ada kasus lain mengenai penjualan limbah besi Kuningan, diduga adanya kerjasama antara manajemen PT Hanyoung Nux dengan PT Fitria Jaya pemegang proyek limbah," katanya.

Dadang menambahkan pelaku saat ini, telah diserahkan ke kejaksaan agar kasusnya segera disidangkan dan pihaknya akan mendalami perkara lain yang diduga terjadi manipulasi penjualan limbah kuningan oleh pihak manajemen," katanya.

Sementara hingga kasus pencurian tersebut dilimpahkan untuk disidangkan pihak perusahaan belum dapat dimintai keterangan secara resmi terkait pencurian dan pengelapan aset perusahaan.    

Loading...