Nahas, Perempuan Ini Kehilangan Mobil AVP Setelah Dihipnotis Temannya

Nahas, Perempuan Ini Kehilangan Mobil AVP Setelah Dihipnotis Temannya
Rohaeti (40) warga di perbatasan Kabupaten Bandung-Cianjur harus kehilangan mobil Suzuki APV karena dihipnotis. (Dani R Nugraha)

INILAH,Bandung-  Rohaeti (40) warga di perbatasan Kabupaten Bandung-Cianjur harus kehilangan mobil Suzuki APV yang direntalnya dari seorang kerabat, Kamis (20/6) di Katapang Kabupaten Bandung.

Rohaeti jadi korban hipnotis seorang pria bernama Fahman. Rohaeti mengenal Fahman belum lama ini, setelah dikenalkan temannya, Herlan.

"Saya diajak Fahman ke kantornya di Pasteur pakai mobil yang saya rental dari tetangga. Di perjalanan kami mampir ke tempat kosan kakak saya di Katapang. Di rumah kosan itu dia maksa saya supaya segera ikut dia pergi bawa mobil, saya enggak mau tapi tangan saya ditarik tarik dan dari saya sudah tidak ingat apa-apa dari jam 3 sampai jam 9 malam," kata Rohaeti, Selasa (25/6/2019).

Fahman sengaja mengajak ke Pasteur, kata Rohaeti, agar ia percaya soal usaha Fahman dibidang jual beli mobil. Fahman juga  meminta keponakann Rohaeti untuk ikut usaha jual beli mobil yang dilakukannya dengan mencari konsumen di sekitar pemukiman mereka di Cianjur Selatan.

Namun sebelum itu, mobil rental yang disewanya dari seorang kerabat di tempat tinggalnya dibawa kabur Fahman. Ia pun dimintai ganti mobil tersebut oleh pemiliknya seharga pembelian sekitar Rp 100 juta lebih. 

Rohaeti sudah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Katapang dan berharap agar pelaku segera ditemukan. Sebab, ia mengaku bingung harus mengganti mobil yang direntalnya oleh pemiliknya.

Enam bulan ke belakang, ia menjelaskan, mengenal Herlan di salah satu pusat perbelanjaan di Kabupaten Bandung. Kemudian, dari pertemuan itu, dirinya menjalin komunikasi intensif dengannya. Hingga pasca Lebaran, tepatnya Ahad (16/6) dirinya mengunjungi rumahnya di perbatasan Kabupaten Bandung-Kabupaten Cianjur.

"Saat itu Herlan main ke rumah bapak saya ternyata ditemani sama Fahman," katanya. Tak lama berkunjung ke rumahnya, mereka berdua pun pulang. Namun, keesokan harinya, tiba-tiba Fahman datang kembali ke rumahnya menggunakan sepeda motor dibonceng temannya.

"Saat itu Senin (17/6), dia bilang datang lagi ke rumah mau foto-foto pemandangan (alam) disana," katanya. Dari sana, Fahman pun lantas mengajak keponakannya untuk ikut usaha jual beli mobil.

Pasca itu, dirinya bersama Fahman  berangkat mengantarkan kakaknya menuju kontrakan di Katapang menggunakan mobil rental. Saat sampai disana, Fahman pun mengajak dirinya untuk ke kantornya di Pasteur. Namun, dirinya menolak pergi dan akhirnya mobil rentalan dibawa pergi.

Setelah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Katapang, ia curiga terhadap Herlan yang diduga bersekongkol dengan Fahman. Namun, saat ditemui Herlan mengaku tidak mengetahui apapun tentang Fahman bahkan ia mengaku baru mengenalny dua bulan lalu. (Rd Dani R Nugraha).
 

Loading...