Empat Pejabat KPUD Kota Bogor dan Pihak Ketiga Diperiksa Secara Maraton

Empat Pejabat KPUD Kota Bogor dan Pihak Ketiga Diperiksa Secara Maraton
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor bergerak cepat menangani kasus dugaan korupsi dana hibah Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dengan kerugian negara sebesar Rp470 juta. 

Penyidik Kejari Kota Bogor bagian tindak pidana khusus (Pidsus) melakukan pemeriksaan terhadap enam saksi, diketahui empat orang di antaranya dari internal KPU yang merupakan para pejabat tinggi dan sisanya merupakan pihak ketiga pada Senin (25/6/2019).

Selain petinggi KPUD Kota Bogor, mantan bendahara KPU, HA yang telah ditetapkan sebagai tersangka kembali diperiksa Kejari. Sementara tersangka lain, yaitu MH mangkir dari pemanggilan Kejari Kota Bogor. Pemeriksaan berlangsung dari pagi hingga malam hari di beberapa ruang bagian Pidsus Kota Bogor.

"Ya, pemeriksaan kemarin, MH tidak hadir dalam pemanggilannya. Sedangkan tersangka yang satunya, HA kami periksa sejak pagi sampai malam untuk menggali keterangan tambahan," ungkap Kepala Seksi Pidsus pada Kejari Kota Bogor Rade Satya Parsaoran, Selasa (25/6/2019).

Rade melanjutkan, bahwa pihaknya akan kembali melayangkan pemanggilan kedua terhadap MH pada 26 Juni 2019 mendatang. Untuk masa waktu merespon pemanggilan sendiri selama tiga hari ke depan.

"Kalau tidak hadir lagi, kami layangkan panggilan ketiga. Bila tidak hadir juga akan dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Itu langkah-langkah untuk MH," tambahnya.

Saat disinggung terkait keberadaan MH saat ini, Rade mengungkapkan, dari komunikasi terakhir yang bersangkutan mengaku masih sedang sakit dan dirawat hingga tidak bisa bangun dari tempat tidur.

"Katanya masih sakit, kita tunggu saja. Kalau ditanya posisi sekarang, ya nggak tahu," tuturnya.

Rade menegaskan, bahwa pemeriksaan yang dilakukan penyidik hari ini merupakan pengulangan dan penekanan lantaran kemarin belum ada pemeriksaan sebagai tersangka. Sesuai agenda, pihaknya juga akan melakukan pemanggilan terhadap satu saksi lain yang merupakan pejabat KPUD untuk dimintai keterangan hari Selasa (25/6/2019) ini.

"Sampai saat ini belum ada potensi yang mengarah kepada tersangka baru dalam kasus ini. Ya sampai saat ini belum, belum ada," pungkasnya. (Rizki Mauludi)