Sejumlah Desa Rawan Krisis Air di Karawang Mulai Diawasi

Sejumlah Desa Rawan Krisis Air di Karawang Mulai Diawasi
net

INILAH, Karawang - Kekurangan air bersih, masih menjadi salah satu persoalan yang acapkali menghantui sebagian besar masyarakat di Kabupaten Karawang di kala musim kemarau tiba. 

Tak heran, dengan kondisi tersebut kerap membuat warga gelimpungan mencari sumber-sumber air bersih yang tersisa untuk keperluan sehari-hari.

Data dari Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat mencatat, saat ini telah ada enam desa di tiga kecamatan yang ada telah diawasi jajarannya. Karena, desa-desa tersebut, masuk dalam daftar rawan krisis air bersih.

Kepala BPBD Kabupaten Karawang, Asep Wahyu Suherman menuturkan, serangkaian antisipasi sudah dipersiapkan jajarannya terkait kekeringan ini. Kendati, hingga saat ini, instansi belum menerima laporan soal kekeringan.

"Yang saat ini kami, antisipasi itu enam desa di tiga kecamatan," ujar Asep melalui selulernya, Selasa (25/6/2019). 

Dia menjelaskan, enam desa yang diwaspadai ini merujuk pada pengalaman musim kemarau tahun lalu. Adapun ke enam desa itu, di antaranya Desa Cintalanggeng, Kutalanggeng, Jatilaksana, Desa Kertasari, Cintawargi dan Cintalaksana.

"Enam desa itu, ada di Kecamatan Tegalwaru, Pangkalan, dan Ciampel," kata dia.

Menurut Asep, meskipun enam desa itu rawan krisis air bersih, tetapi hingga saat ini belum ada laporan permintaan distribusi air bersih. Jika sudah ada laporan, pihaknya akan langsung mendistribusikan air tersebut.

Terkait upaya antisipasi jajarannya, lanjutnya, pihaknya telah melakukan kordinasi lintas instansi. Termasuk,‎ dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat. Jadi, ketika ada daerah yang mulai mengalami kesulitan air, BPBD dan PDAM akan membantu mendistribusikan air bersih ke daerah tersebut. 

"Ada tiga skema solusi. Salah satunya, melalui penyaluran air bersih menggunakan mobil truk pengangkut air dari BPBD dan PDAM Tirta Tarum," jelas dia.

Untuk pendistribusian air bersih sendiri, kata dia, yakni tergantung permintaan warga. Sedangkang, untuk skema kedua, yaitu dengan cara pipanisasi. Saat ini, lanjut Asep, BPBD sudah menemukan sumber air bersih dari mata air yang terletak di Desa Cintawargi, Kecamatan Tegalwaru.

"Pembangunan pipanisasi ini, telah diajukan ke pemda. Kami mendorong supaya segera dibangun tahun ini," tambah dia.

Selanjutnya, sambung dia, skema ketiga yaitu membangun sumber air dengan cara mengangkut air tanah di Kecamatan Pangkalan. Ada dua titik, yang bisa dibangun. Nanti, kepengurusannya bisa dikelola BUMDes. (Asep Mulyana)