Garbi Jadi Parpol? 'Tunggu Tanggal Mainnya'

Garbi Jadi Parpol? 'Tunggu Tanggal Mainnya'
Haris Yuliana. (Net)

INILAH, Bandung- Kendati mengusung semangat organisasi kemasyarakatan (ormas), kemunculan Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) menimbulkan pertanyaan besar. Akankah Garbi berubah jadi partai politik?

Garbi adalah ormas yang tumbuh di tubuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Di mana diinisiasi oleh sejumlah mantan elite di partai tersebut, seperti Anis Matta, Fahri Hamzah, Mahfudz Siddiq, Jazuli Juwaini, Sukamta, Mahfudz Abdurahman hingga almarhum Taufik Ridlo.

Begitu pula eksistensinya di Jawa Barat, yaitu Haris Yuliana yang notabene kader PKS adalah salah satu penggagas dan pendirinya, pada Desember 2018 lalu.  

Haris mengisyaratkan, tidak menutup kemungkinan sejumlah tokoh di Garbi akan menjajaki ranah politik dengan kendaraan partai yang anyar. 

"Tunggu tanggal mainnya, nanti akan menggelinding keras seperti gelombang," ujar Haris.

Namun Haris memastikan, hingga saat ini Garbi masih bergerak dengan karakteristik ormas. Bilamana ada partai baru yang akan digaungkan oleh sejumlah tokoh atau anggotanya, bisa jadi ada hubungannya dengan Garbi atau pun tidak.

"Urusan partai itu belakangan. Kalaupun ada (dibentuk partai) itu beda lagi nanti urusannya," katanya.

Lebih lanjut, dia sampaikan, saat ini pihaknya sedang concern terhadap tiga isu guna mencetak individu-individu yang lebih unggul. Adapun tiga isu itu yaitu di sektor lingkungan, literasi dan edukasi politik.

"Pertama isu lingkungan nanti terkait dengan pengembangan kultur dan mendukung hidup masyarkat, bisa jadi kepedulian terhadap isu isu global dan sebagainya," jelas dia.

Selain itu, pihaknya pun akan berupaya melakukan pengamanan budaya literasi pada masyarkat. Mengingat kemampuan literasi merupakan basic dari berdirinya Negara Indonesia. 

Terkait edukasi politik, dia memastikan tidak ada sangkut pautnya dengan upaya politik praktis. Namun, serta-merta ingin menjadikan masyarakat paham atas hak-hal dalam berpolitik sehingga tidak terbodoh lagi oleh politisi. 

"Kita ingin menjembatani masyarkat terutama kaum milenial agar lebih mengerti pada hak politiknya. Dan juga mereka (kaum milenial) akan tahu cara memilih dan menagih janji pada calon pilihannya," paparnya. 

Lebih lanjut, Garbi memili prinsip kreatif dan kolaboratif yang mengacu pada empat dasar, yakni Islam, nasionalisme, demokrasi, dan kesejahteraan. Mengacu pada prinsip tersebut, Haris menegaskan, Garbi siap berkolaborasi dengan siapapun, baik dengan partai politik, pemerintah, ormas atau pihak manapun asalkan memiliki tujuan yang sama.

"Mari kita berkolaborasi bersama karena masing masing harus bekerja sama dengan jati dirinya masing masing. Jadi,  Garbi Jabar siap berkontribusi dengan siapapun, dengan pemprov, antar-ormas, parpol karena kita punya potensi sebagaimana orang lain juga punya potensi," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah).