Kabupaten Bogor Dapatkan Bantuan Sambungan Instalasi Air Bersih

Kabupaten Bogor Dapatkan Bantuan Sambungan Instalasi Air Bersih
Kabupaten Bogor bersama 6 kabupaten atau kota lainnya di Jawa Barat dan Jawa Tengah mendapatkan bantuan sambungan instalasi air bersih. (Reza Zurifwan)

INILAH, Jakarta- Masyarakat Kabupaten Bogor melalui PDAM Tirta Kahuripan mendapatkan bantuan sambungan instalasi air bersih dan sanitasi dari United State Agency of Internasional Development (USAID) dan Swiss State Secretariat for Economic Affair (SECO).

Selain Kabupaten Bogor, 6 kabupaten atau kota lainnya di Jawa Barat dan Jawa Tengah  mendapatkan bantuan yang sama dengan nilai total 4,5 juta US$. 

Disaksikan Kepala Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, duta besar USA untuk Indonesia yaitu Joseph R Donovan Jr langsung memberikan bantuan sambungan instalasi air dan sanitasi kepada 7 PDAM.

Bupati Bogor Ade Yasin yang menerima langsung bantuan tersebut pun meminta PDAM Tirta Kahuripan untuk memaksimalkannya demi peningkatan pelayanan pelanggan air PDAM.
a

"Bantuan sambungan instalasi air bersih dari  USAID dan SECO ini harus dimaksimalkan hingga di tahun yang mendatang kita akan mendapatkan lagi bantuan tersebut," ucap Ade kepada wartawan, Rabu (26/6).

Politisi PPP ini menambahkan bantuan dari negara asing untuk PDAM Tirta Kahuripan ini yang kedua kalinya setelah Korea Selatan memberikan bantuan serupa senilai 210 juta US$.

"Ini bukti bahwa Kabupaten Bogor dipercaya oleh lembaga dunia atau negara asing untuk menerima bantuan dan teknologi pengelolaan air yang mutakhir, untuk bantuan dari Korea Selatan ini karena nilainya besar maka harus lewat kementerian terkait," tambahnya.

Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan Hasanudin Taher mengungkapkan program bantuan sambungan instalasi air bersih tersebut berupa uang dan teknologi yang berfungsi sebagai Non Revenue Water (NRW), efesien energi dan capacity building.

"Ada 3 program yang akan kami maksimalkan dalam pelayanan pelanggan air bersih, kami juga akan turunkan angka kebocoran air , penurunan biaya pembayaran listrik dan efesien energi," ungkap Hasan.

Ia melanjutkan angka kebocoran air yang saat ini mencapai 28 persen akan diturunkan menjadi 7,5 persen dengan cara mengganti instalasi pipa air yang rusak dengan yang baru.

"Kebocoran instalasi  air bersih sebesar 28 persen itu didominasi dua UPT dimana salah satunya itu UPT Kedung Halang dan UPT Ciomas di PDAM Tirta Kahuripan," lanjutnya. (Reza Zurifwan)