Inilah Target PT Golden Flower Usai IPO

Inilah Target PT Golden Flower Usai IPO
Foto: Net

INILAH, Jakarta - PT Golden Flower Tbk (POLU) sebagai emiten garmen akan menggunakan dana hasil penawaran umum untuk modal kerja seperti pembelian bahan baku, biaya produksi, biaya operasional, biaya pemasaran, dan lain lain.

Selama ini perseroan fokus memproduksi pakaian wanita dengan merek seperti Michael Kors, Calvin Klein, Tommy Hilfiger, DKNY dan American Eagle.

POLU menjadi emiten ke-17 di tahun 2019 yang IPO di Bursa Efek Indonesia pada hari ini Senin (26/6/2019). POLU melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO sebanyak-banyaknya 150 juta saham atau 20% dari total modal yang ditempatkan atau disetor penuh perseroan.

Harga penawaran sebesar Rp288 setiap saham. Jumlah seluruh nilai penawaran umum sebesar Rp43,2 miliar.

Pada 2018, Golden Flower mencatatkan penjualan sebesar Rp438,46 miliar atau naik 0,16% secara tahunan.

Penjualan ekspor menjadi kontributor terbesar yakni 95,43% atau sebesar Rp418,44 miliar. Sedangkan Rp23,05 miliar lainnya berasal dari penjualan lokal.

Sementara itu, laba bersih tahun berjalan pada tahun lalu sebesar Rp8,97 triliun atau naik 9,39% secara tahunan.

PT Golden Flower Tbk secara resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada hari ini Rabu (26/6/2019) dengan kode emiten saham POLU, itu berarti POLU menjadi emiten ke-17 di tahun 2019 yang go-public.

Emiten garmen yang fokus memproduksi pakaian wanita dengan merek seperti Michael Kors, Calvin Klein, Tommy Hilfiger, DKNY dan American Eagle itu akan melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO sebanyak-banyaknya 150 juta saham atau 20% dari total modal yang ditempatkan atau disetor penuh perseroan.

Harga penawaran ditetapkan Rp288 setiap saham. Jumlah seluruh nilai penawaran umum sebesar Rp43,2 miliar.

Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum akan digunakan untuk modal kerja seperti pembelian bahan baku, biaya produksi, biaya operasional, biaya pemasaran, dan lain lain.

Pada 2018, Golden Flower mencatatkan penjualan sebesar Rp438,46 miliar atau naik 0,16% secara tahunan.

Penjualan ekspor menjadi kontributor terbesar yakni 95,43% atau sebesar Rp418,44 miliar, sedangkan Rp23,05 miliar lainnya berasal dari penjualan lokal.

Sementara itu, laba bersih tahun berjalan pada tahun lalu sebesar Rp8,97 triliun atau naik 9,39% secara tahunan. (INILAHCOM)

Loading...