Bima Akan Paparkan Startegi, Kebijakan dan Program Rendah Emisi di Jerman

Bima Akan Paparkan Startegi, Kebijakan dan Program Rendah Emisi di Jerman
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya akan menyampaikan berbagai langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menjalankan strategi, kebijakan dan program pembangunan rendah emisi di Kota Bogor pada forum The 10th Resilient Cities Congress di Bonn, Jerman pada 26-28 Juni 2019.

Bima Arya akan tampil pada salah satu diskusi panel pada forum The 10th Resilient Cities Congress bersama Wali Kota Catbalogan, Filipina dan Wakil Wali Kota Jambi. Selama ini, dalam beberapa aspek, Bogor dinilai memiliki komitmen untuk menjadikan perubahan iklim menjadi salah satu pertimbangan dalam menetapkan kebijakan yang mendukung antisipasi perkembangan pembangunan di Kota Bogor.

Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Setda Kota Bogor Endang Suherman mengatakan, sebagai ICLEI General Executive Committee dari kawasan Asia Tenggara, Bima Arya juga akan hadir mengikuti Gexcom Meeting yang menjadi salah satu agenda dari The 10th Resilient Cities Congress. Isu perubahan iklim dan kebijakan kota-kota di kawasan Asia Tenggara akan menjadi bahasan penting Bima Arya pada forum ini.

"Kehadiran Wali Kota Bogor pada forum ini juga dalam kaitan penunjukan Bogor yang menjadi tuan rumah Asia LEDS and Resilient Cities Asia Pacific Congress 2020. Ini adalah event besar yang memerlukan berbagai persiapan yang matang agar menjadi event yang membawa keuntungan bagi Kota Bogor," kata Endang, Rabu (26/06/2019).

Endang melanjutkan, sebagaimana diketahui ICLEI pada bulan Maret lalu telah menunjuk Kota Bogor sebagai tuan rumah bagi penyelenggaraan kongres kota-kota se-Asia Pasific yang memiliki keberpihakan terhadap perubahan iklim.

"Kehadiran Wali Kota di forum ini menjadi salah satu peluang untuk mencari bantuan dalam pendanaan program dan kegiatan terkait perubahan iklim di Kota Bogor," tambahnya.

Endang melanjutkan, selama ini sebagian besar bantuan luar negeri adalah dalam kaitan perubahan iklim. Contoh ICLEI yang memberikan bantuan PJU LED di beberapa titik kota Bogor. Atau AFD Perancis yang berkontribusi pada upaya pembuatan Rencana Induk Kerja Penerangan Jalan Umum. 

"Juga bantuan dari Pemerintah Provinsi Hiroshima terkait penanganan sampah atau dari NIES Jepang terkait bantuan pemasangan alat konsumsi energi. Terbaru revitalisasi pedestrian di jalur Pajajaran (depan KFC sampai Terminal Baranangsiang) juga berasal dari JICA," tuturnya.

Bersama dua kota di Indonesia yang lain yaitu Jambi dan Banjarmasin, Bogor akan mengikuti TAP Marketplace sebagai salah bagian dari agenda The 10th Resilient Cities Congress.

"TAP marketplace adalah kesempatan bagi setiap kota untuk memberikan informasi mengenai project yang mendukung pembangunan rendah emisi serta masih memerlukan dukungan dalam hal pendanaan di hadapan beberapa lembaga donor," pungkasnya. (Rizki Mauludi)