Kemendes PDTT dan Kejagung Resmikan Aplikasi Jaga Desa

Kemendes PDTT dan Kejagung Resmikan Aplikasi Jaga Desa
Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo. (Daulat Fajar)

INILAH, Jakarta - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Kejaksaan Agung meresmikan aplikasi Jaga Desa. Aplikasi memiliki fungsi untuk mempermudah pengelolaan, pertanggungjawaban, dan pengawasan dana desa.

Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo mengatakan penggunaan aplikasi Jaga Desa merupakan bentuk akuntabilitas dan transparansi Kemendes dan Kejaksaan Agung. Dia menjelaskan, program Jaga Desa ini dilengkapi dengan informasi keuangan desa, aparat desa, pengaduan data mark up.

Program ini, lanjut Eko, akan membantu para tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan dalam mencegah para aparat desa agar tidak melakukan hal-hal yang aneh.

"Karena pencegahan lebih penting dari pada penangkapan," kata Eko kepada wartawan usai peresmian aplikasi Jaga Desa di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Dia menambahkan, aplikasi tersebut memungkinkan pemangku kepentingan seperti kejaksaan, pemerintah daerah dan kementerian desa untuk melakukan monitoring pengelolaan dana desa secara realtime melalui pusat data dan server. 

"Aplikasi tersebut juga dilengkapi informasi yang memungkinkan untuk memantau pagu anggaran desa, realisasi anggaran, dan sisa anggaran dana desa secara update," jelas Eko. 

Di tempat yang sama Jaksa Agung, H. M. Prasetyo menjelaskan, aplikasi Jaga Desa diharapkan dapat membuat pemantauan desa menjadi lebih mudah. Meskipun demikian bukan berarti pengawasan dan pengawalan di lapangan tidak dilakukan sama sekali. 

"Dengan aplikasi ini tetap mengoptimalkan bagaimana kita melakukan pengawalan termasuk juga pengontrolan dan pengendalian supaya dana desa yang disalurkan dengan maksimal," kata Prasetyo. (Daulat Fajar)