Balita Asal Serang Hilang Misterius di Waduk Jatiluhur

Balita Asal Serang Hilang Misterius di Waduk Jatiluhur
Seorang balita menghilang secara misterius di perairan Waduk Ir Djuanda (Jatiluhur). (Asep Mulyana)
INILAH, Purwakarta - Seorang balita menghilang secara misterius di perairan Waduk Ir Djuanda (Jatiluhur). Bayi diketahui bernama Rizki Asmarul Faroh (4) itu diduga terjebur dan tenggelam di perairan tersebut.
 
Informasi yang diperoleh INILAH, peristiwa nahas yang menimpa bayi malang ini terjadi pada Rabu (26/6/2019) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Lokasi kejadiannya sendiri, yakni di perairan Jatiluhur yang masuk ke wilayah Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani.
 
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, (Diskar-PB) Kabupaten Purwakarta, Wahyu Wibisono mengaku, pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian tersebut.
 
Dari hasil keterangan yang dihimpun jajarannya, kejadian ini berawal saat sang bayi bersama ibunya atas nama Hema Malini itu, tengah berada di salah satu rumah jaga Kolam Jaring Apung (KJA) untuk ikut saudaranya panen ikan di lokasi tersebut.
 
Balita bersama ibunya ini, menunggu di rumah jaga. Saat itu, sang ibu pergi sebentar ke kamar mandi. Namun nahas, saat luput dari perhatian ibunya, sang bayi justru menghilang. Sang ibu pun sempat mencari anaknya itu ke setiap sudut 'saung' tersebut.
 
"Bayi tersebut diduga terjebur ke dalam air. Pagi tadi, tim SAR kami telah diterjunkan untuk mencari keberadaan bayi tersebut. Hingga siang ini, pencarian masih berlangsung," ujar Wahyu kepada wartawan, Kamis (27/6/2019).
 
Dalam pencarian bayi malang yang diketahui warga asal Cikeusal, Serang, Banten itu, Tim SAR juga turut menurunkan sejumlah peralatan. Termasuk, satu unit LCR (perahu karet).
 
Tim SAR yang dibantu warga dan jajaran Polair Polres Purwakarta itu, terus menyisir sejumlah lokasi tak jauh dari titik bayi malang itu tenggelam.
 
Hingga berita ini ditulis, Tim gabungan masih melakukan pencarian. Hingga menjelang sore, pencarian tersebut belum membuahkan hasil. Petugas pun, memperluas pencarian hingga beberapa puluh meter dari lokasi kejadian. (Asep Mulyana)

Loading...