Solusi Teknologi Bencana FieldSight Diganjar Rp1 M

Solusi Teknologi Bencana FieldSight Diganjar Rp1 M
Lembaga sosial pelaksana program Community Investment Prudential di Asia dan AVPN, Prudence Foundation, baru-baru ini menggelar Kompetisi Inovasi Teknologi Bencana dimana FieldSight menjadi pemenang kompetisi dengan solusi platform mobile yang mendukung kegiatan rekonstruksi bencana tersebut.

INILAH, Bandung-Lembaga sosial pelaksana program Community Investment Prudential di Asia dan AVPN, Prudence Foundation, baru-baru ini menggelar Kompetisi Inovasi Teknologi Bencana dimana FieldSight menjadi pemenang kompetisi dengan solusi platform mobile yang mendukung kegiatan rekonstruksi bencana tersebut.

Mereka berhak atas hadiah sebesar US$100.000 lebih untuk mendukung implementasi dan meningkatkan solusi teknologi bencana mereka.

"Frekuensi dan skala bencana di seluruh dunia terus bertambah, namun solusi teknologi bencana berada dalam posisi unik untuk membantu masyarakat merespons dan pulih lebih baik dari bencana yang merusak," kata Justin Henceroth, Director FieldSight.

Dia menjelaskan, platform mereka digunakan pertama kali di Nepal setelah gempa bumi dahsyat pada 2015.

"Sejak saat itu kami menerapkannya di 60.000 lokasi di 16 region untuk memantau dan mengawasi proses penjaminan kualitas kegiatan infrastruktur kemanusiaan dan pasca bencana," kata Justin.

Dikatakannya, kompetisi Inovasi Teknologi Bencana ini makin menghubungkan kami ke jaringan kontak, keahlian teknis, dan dukungan keuangan yang lebih luas yang sebelumnya tidak kami miliki.

"Hal ini akan sangat penting bagi FieldSight untuk meminimalkan dampak bencana alam di Asia-Pasifik dan global," ujarnya.

Sementara itu, di urutan kedua diraih SeismicAI yakni sistem peringatan dini yang didukung oleh Kecerdasan Buatan (AI) yang mendeteksi aktivitas seismik dalam dua detik. Mereka berhak atas hadiah uang US$30.000.

Kemudian, PetaBencana.id sebagai runner-up berhak atas uang US$20.000. Platform berbasis web gratis yang menghasilkan visualisasi bencana berskala megacity menggunakan pelaporan berbasis keramaian (crowd-sourced) dan statistik secara real time

Dua finalis lainnya adalah OpenAerialMap: platform citra drone yang dibagikan secara cepat selama bencana dan People in Need:Sistem peringatan dini untuk banjir yang menggunakan sensor berbasis Internet of Things (IoT).

Chairman of Prudence Foundation Donald Kanak mengungkapkan, kemajuan teknologi tidak hanya meningkatkan hubungan di antara komunitas masyarakat, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih besar lagi yaitu untuk melindungi dan menyelamatkan jiwa.

"Kami yakin teknologi inovatif dari para finalis kami akan membuat perbedaan dalam membantu masyarakat di Asia agar dapat lebih siap dan pulih lebih cepat dari dampak bencana alam," tuturnya.

Sementara itu, Chief Operating Officer AVPN Kevin Teo mengaku senang dapat bekerja sama dengan Prudence Foundation untuk menyatukan para kolaborator dalam mengembangkan dan merealisasikan solusi inovatif untuk membatasi dampak buruk bencana alam.

"Misi kami adalah untuk mengubah lebih banyak modal menjadi berdampak sosial, sehingga inisiatif seperti ini sangat ideal karena secara langsung memobilisasi dana untuk organisasi yang menciptakan dampak sosial besar serta mengekspos mereka ke komunitas AVPN yang lebih luas untuk menginspirasi lebih banyak tindakan nyata," kata Kevin Teo.

Berangkat dari upaya Prudence Foundation untuk mempromosikan kesiagaan dan pemulihan bencana di seluruh Asia sejak 2013, Program Inovasi Teknologi Bencana berharap dapat mendorong lebih banyak organisasi sosial untuk berkontribusi di area ini.

Serupa dengan inisiatif Prudence Foundation lainnya yang berfokus pada pengurangan risiko bencana seperti SAFE STEPS dan Safe Schools, program ini mendukung Sustainable Development GoalsPBB; khususnya Goals 11 (Sustainable Cities and Communities) dan Goals 13 (Climate Action). (inilah.com)

Loading...