Peneliti: Kerja Sama LinkAja dengan Berbagai Negara Untungkan UMKM

Peneliti: Kerja Sama LinkAja dengan Berbagai Negara Untungkan UMKM
Ilustrasi (Antara Foto)

INILAH, Jakarta - Peneliti senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sry Hartati mengatakan rencana kerja sama aplikasi LinkAja dengan berbagai negara akan memberikan keuntungan bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Indonesia.

"Bekerja sama dengan satu negara saja yakni Singapura tentu sudah memperluas pasar, apalagi jika rencana kerja sama dengan Malaysia, Taiwan, dan Hong Kong terealisasi," kata dia saat dihubungi di Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Dia menjelaskan, LinkAja memiliki peluang yang cukup besar untuk berkembang apabila tren dengan asas kemanfaatan bagi pengguna dikelola dengan baik.

Hal itu termasuk pula dengan rencana kerja sama antara LinkAja dengan berbagai negara yang berpotensi membuka pasar seluas-luasnya. "Bukan saja pasar untuk para konsumen, namun terutama pula bagi pengusaha UMKM lokal," kata dia.

Dengan adanya fasilitas jual beli yang terkoneksi antarnegara, ujar dia, konsumen dari berbagai negara, terutama Singapura yang telah bekerja sama dengan LinkAja serta Hong Kong, Taiwan, dan Malaysia, jika nantinya turut bergabung dapat memesan produk-produk UMKM asal Indonesia.

"Ini tentu menarik. Kalau kerja sama dengan negara lain, konsumen dari negara tersebut tinggal klik link produk-produk yang dipasarkan melalui LinkAja," kata dia.

Menurut dia, kondisi itu memiliki potensi besar dalam meningkatkan pangsa pasar serta memberikan kemudahan untuk UMKM dalam hal pemasaran produk-produk lokal ke luar negeri.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan LinkAja sebagai sistem pembayaran elektronik ditujukan untuk mempermudah transaksi masyarakat. Selain di Tanah Air, layanan itu juga sudah bisa terhubung di Singapura.

Sehingga, lanjut dia, para merchant di Singapura sudah bisa belanja menggunakan aplikasi LinkAja. Ke depan, pemerintah juga akan mengupayakan kerja sama dengan Hong Kong, Malaysia, dan Taiwan. (Antara)

Loading...