Kedunghalang Kekeringan, BPBD Kota Bogor Bantu 5.000 Liter Air

Kedunghalang Kekeringan, BPBD Kota Bogor Bantu 5.000 Liter Air
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mengirimkan satu tangki air dengan kapasitas 5.000 liter ke RT 04 dan RT 05, RW 13, Kelurahan Kadunghalang, Kecamatan Bogor Utara. Pengiriman air ini dikarenakan adanya laporan masyarakat yang kekurangan air karen terdampak musim kemarau.

Danru BPBD Kota Bogor H Dulloh membenarkan adanya laporan masyarakat kekurangan air karena dampak dari kekeringan. Data yang terdampak diakuinya masih dalam proses pendataan.

"Saat ini sumur warga mengalami kekeringan akibat dampak musim kemarau panjang yang terjadi. Bahkan sumur itu, sudah mengalami kekeringan mencapai 14 hari. Akibatnya, warga mengambil air dari Sungai Ciliwung," ungkap Yudi kepada wartawan pada Sabtu (6/7/2019).

Dulloh melanjutkan, untuk membantu warga pihaknya membawakan satu tangki berkapasitas 5.000 liter air untuk dibagikan kepada warga yang terdampak, warga menampungnya dengan jerigen, bak dan galon. 

"Berdasarkan data tahun 2018, Kelurahan Kedunghalang belum masuk dalam wilayah rawan kekeringan, tapi kondisi tersebut berbeda dengan tahun 2019 ini sehingga warga mengalami kekeringan air selama 14 hari terkahir," tambahnya.

Sementara itu, salah satu warga bernama Neni mengaku, sudah 14 hari mengalami kesulitan air, sehingga sangat terbantu adanya kiriman air dari BPBD Kota Bogor.

"Kami kekurangan air untuk mandi, masak dan mencuci baju. Alhamdulillah Sabtu (6/7/2019) malam kita dapat bantuan air dari BPBD Kota Bogor," ujarnya.

Terpisah, Kepala BPBD Kota Bogor Juniarti Estiningsih mengaku pihaknya siap mengantisipasi adanya dampak dari musim kemarau. Pihaknya menyiapkan setidaknya dua tangki bagi setiap Kelurahan yang membutuhkan bantuan air minum akibat dampak musim kemarau tahun 2019 ini.

"Untuk kasus yang Bogor Utara, pihaknya sudah mengirimkan bantuan satu tangki air, tapi wilayah itu masuk dalam perbatasan Kota dengan Kabupaten Bogor. Untuk wilayah lainnya masih aman dan yang melapor serta menerima bantuan air di wilayah perbatasan itu adalah warga yang masih berKTP Kota Bogor," ujar Esti, Minggu (7/7/2019).

Esti melanjutkan, pihaknya mengantisipasi wilayah perbatasan yang akan mendapatkan dampak dari kekeringan, dikarenakan wilayah perbatasan banyak yang belum teraliri air PDAM Kota Bogor. Meski begitu, tangkinair BPBD Kota Bogor selalu siap diantar ke warga yang membutuhkan air.

"Kota Bogor masih aman-aman saja dari kekeringan. Laporan yang masuk saat seperti ini adalah rumah roboh dan kebakaran-kebakaran saja. Tetapi kami tetap koordinasi dengan pihak kelurahan untuk memberikan edukasi pemahaman terkait dengan tadi pengurangan resiko bencana," pungkasnya. (Rizki Mauludi)