Perkuat Bandung sebagai Kota Desain

Perkuat Bandung sebagai Kota Desain
Kepala Disbudpar Kota Bandung Dewi Kaniasari. (Net)

INILAH, Bandung - Kota Bandung telah lama dikenal sebagai kota kreatif. Selain dihuni warga yang kreatif, julukan itu juga dipatenkan oleh UNESCO yang membawa Kota Bandung ke dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative City Network/UCCN) sebagai Kota Desain sejak akhir tahun 2015 lalu.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Dewi Kaniasari, selaku City of Design, Kota Bandung memang harus menerapkan prinsip-prinsip desain ke berbagai lini pembangunan, mulai dari perencanaan, hingga eksekusi.

Hal itu bertujuan agar setiap pembangunan di kota ini dirancang by design, bukan asal-asalan. Dengan julukan City of Design ini sebetulnya Bandung bisa memanfaatkan untuk diaplikasikan dari mulai perencanaan sampai eksekusi pembangunan kotanya.

“Jadi semuanya by design. Tidak hanya sebatas tataran konsep atau hanya sebatas wacana ‘Bandung Kota Desain’ saja,” tutur Kenny, sapaan akrab Dewi saat ditemui di kantor Disbudpar Kota Bandung, Jalan Ahmad Yani No.227.

Kini, UCCN telah membawa semangat bagi Kota Bandung untuk terus memainkan perannya sebagai kota desain.

Lewat tangan-tangan kreatif warga, setiap sudut kota dihiasi dengan berbagai sentuhan seni, mulai dari mural, street furniture, hingga penanda informasi di jalan raya yang unik dan berkesan.

Salah satu ornamen yang menjadi primadona adalah zebra cross yang didesain tak biasa. Banyak orang yang tertarik dengan pola zebra cross Kota Bandung.

Alih-alih dicat hitam putih, tetapi zebra cross itu malah digambari beraneka desain, mulai dari suling, ular tangga, hingga arena lompat jauh. Zebra cross unik itu bisa dijumpai di Simpang Lima, Braga, Jalan Merdeka, dan Jalan Wastukancana.

Jika berkeliling kota dengan berjalan kaki di Jalan Ir. H. Juanda hingga Jalan Merdeka, warga dan wisatawan akan dimanjakan dengan desain trotoar yang sangat nyaman dan ergonomis. Ada bangku-bangku estetis yang dapat digunakan pejalan kaki untuk beristirahat dan berswafoto. 

Sentuhan desain juga sampai kampung-kampung. Sebut saja Kampung Dago Pojok atau Cibunut. Di sana, warga memanfaatkan sentuhan desain untuk meningkatkan potensi wisata, ekonomi, dan yang terpenting adalah kebahagiaan.

Di sektor usaha, misalnya, banyak pelaku industri berinovasi desain dari mulai rancangan produk, kemasan, hingga ruang kerja.

Di Kota Bandung, kafe-kafe bernuansa artsy sudah mulai menjamur. Jika melongok ke gerai-gerai UMKM, banyak produk yang telah memiliki kemasan cantik nan menarik sehingga meningkatkan nilai jual.

Selain itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), serta Dinas Koperasi dan UMKM juga dengan gencar membina desain produk.

Bahkan, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bandung secara reguler menggelar kurasi produk kreatif oleh para profesional untuk meningkatkan daya saing produk-produk Kota Bandung.

Saat ini, Pemkot Bandung berusaha menjaga 1700-an bangunan cagar budaya sebagai upaya melestarikan mahakarya desain yang bersejarah.

“Jadi ruh desain di Kota Bandung itu memang sudah ada sejak dulu. Sekarang tinggal bagaimana kita menegaskan itu lagi,” imbuhnya.

Ide lainnya, Kenny mencontohkan desain toilet umum. Ia berharap seluruh sektor usaha bisa mempercantik toilet umumnya sehingga tidak hanya bersih dan wangi, tetapi juga menarik dan berkesan.

“Jadi toilet nggak cuma bangunan gitu aja, tapi bisa dikreasikan sehingga orang senang dan berkesan, bahkan sekadar keluar dari toilet. Salah satu contoh toilet yang katanya terbersih di dunia itu ada di Korea Selatan. Kita bisa mencontoh ke sana,” jelasnya. 

Pihaknya sangat terbuka terhadap berbagai gagasan, terutama dari warga. Ia pun terus mendorong agar warga bisa memiliki kepekaan dalam menemukan potensi wisata dan kreativitas di daerahnya.

Pekerjaan itu tentu tidak mudah. Membangun kesadaran warga akan pentingnya desain dalam kehidupan sehari-hari menjadi tantangan tersendiri bagi Kenny dan jajarannya.

“Hingga pada suatu hari Kota Bandung bisa betul-betul menjadi inspirasi desain untuk kota-kota lain di Indonesia bahkan mancanegara. Jika kolaborasinya bagus, dan kuncinya memang kolaborasi, tentu ini semua bisa terwujud,” ucapnya. (Okky Adiana)

Loading...