KAI Tertibkan Aset Kebon Kawung

KAI Tertibkan Aset Kebon Kawung
Foto: Doni Ramdhani

INILAH, Bandung - PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali menertibkan asetnya. Kini, lahan di Jalan Kebon Kawung akan segera dibersihkan dari properti selain milik operator moda transportasi massal itu.

EVP Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung Saridal mengatakan, penertiban aset lahan itu dilakukan guna mendukung keinginan Pemprov Jabar. Rencananya, kawasan Kebon Kawung itu digunakan untuk proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Bandung Raya.

“Penertiban aset di Kebon Kawung itu untuk mendukung keinginan Pemprov Jabar,” kata Saridal, Rabu (10/7/2019).

Menurutnya, salah satu properti yang akan ditertibkan itu yakni pool bus Damri. Khusus untuk itu, pihaknya sudah mengajukan surat peringatan (SP) 1 dan 2 yang dilayangkan sejak 2017. Namun, dia mengakui tak ada itikad baik dari Damri.

“Bahkan, sebenarnya hari ini kita mengundang mereka untuk hadir di rapat koordinasi dengan TNI/Polri, Kejaksaan, dan Dishub tapi tidak ada satu pun perwakilan dari Damri yang hadir,” ucapnya.

Saridal menyebutkan, rencananya pada Jumat (12/7/2019) mendatang pihaknya akan kembali mengundang Damri untuk menyelesasikan keberadaan aset tersebut. Meski tampak relatif lunak, dia menyebutkan untuk penertiban aset di Kebon Kawung itu PT KAI akan bertindak tegas.

“Direksi (KAI) sudah menyampaikan agar Damri segera pindah dari aset kita. Persoalan ini harus segera diselesaikan. Nanti kita pun akan melayangkan SP3. Kesabaran kami sudah cukup,” tegasnya. 

Selain itu, PT KAI mengantongi segala bentuk dokumen terkait aset tersebut. Terlebih, selama ini pihaknya selalu membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) untuk lahan tersebut. Angkanya, Saridal mengaku setiap tahun KAI harus membayar PBB sebesar Rp600 juta per tahun.

“Masa yang bayar PBB KAI, tapi Damri yang menikmati, keenakan mereka dong. Pajak yang harus dibayarkan itu tidak sedikit, itu jadi beban KAI. Mereka pun tidak menyewa,” ucapnya. 

Tak hanya itu, Saridal mengaku berdasarkan dokumen 1993 menyebutkan ada piutang Damri sebesarRp500 juta yang belum diselesaikan. Bahkan, kewajiban itu diprediksi lebih tinggi karena sejak 1993 hingga sekarang belum ada perhitungan yang jelas antara kedua belah pihak.

Dia menyayangkan sikap Damri. Pasalnya, operator bus itu pun tidak membayar sewa karena memakai lahan aset KAI. Padahal, surat yang dilayangkan pada 2018 itu berisi keterangan jelas. 

“Kalau pun Damri ingin menyewa lahan di aset kita, Direksi (KAI) menawarkan untuk menempati aset lahan yang ada di Padalarang atau Rancaekek. Tapi, lagi-lagi Damri tidak ada itikad baik,” ujarnya.

Saridal pun menyebutkan, beberapa waktu lalu Damri malah menyewakan lahan yang bukan miliknya ke pihak ketiga. Dia mengingatkan, persoalan lahan tersebut jangan sampai menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dari pantauan, di pool bus Damri Kebon Kawung itu masih terlihat sejumlah bus Damri yang terparkir. Sejumlah petugas Damri pun masih berlalu-lalang di lahan kosong yang di bagian depan pinggir jalan terdapat deretan toko.

Seperti diketahui, pool bus Damri Kebon Kawung itu kini dijadikan untuk memberangkatkan calon penumpang pesawat dari Bandung ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka.

Beberapa waktu lalu, General Manager Perum Damri Bandung Mursalin mengatakan, untuk bus dari Kota Bandung akan diberangkatkan di terminal Damri Jalan Kebonkawung mulai pukul 02.00 WIB. Nantinya, di terminal itu pihaknya akan mengoperasikan lima bus dengan kapasitas 40 penumpang.