Anak Usaha Mayora Tunggu DLH Uji Petik

Anak Usaha Mayora Tunggu DLH Uji Petik
Moko Wahtoto Industrial Relation General Affair PT Tirta Fresindo Jaya (Mayora dan Vitazon Grup). (Reza Zurifwan)

INILAH, Caringin – PT Tirta Fresindo Jaya (Mayora dan Vitazon Grup) siap diuji ulang oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor maupun Sys Lab terkait aduan dampak limbah bahan beracun dan berbahaya (B3), udara, kebisingan dan getaran atau pencemaran lingkungan.

Moko Wahtoto, Industrial Relation General Affair PT Tirta Fresindo Jaya, mengatakan jajarannya, sesuai arahan Kabid Penataan Hukum DLH Kabupaten Bogor, Budi Mulyawan, masih menunggu jadwal ulang uji petik.

“Gagalnya uji petik dampak limbah B3, getaran, udara maupun kebisingan Senin (8/7) kemarin itu karena ada miss komunikasi. Ada kecurigaan bahwa uji petik kemarin sudah diatur hingga akan dijadwalkan ulang uji tersebut,” kata Moko kepada wartawan, Rabu (10/7/2019).

Dia menerangkan kecurigaan masyarakat Kampung Tenggek RT 04  dan RT 05, RW 02 bahwa uji petik kemarin itu sudah diatur karena penyidik PNS DLH dan Sys Lab datang terlebih dahulu ke Kantor PT Tirta Fresindo Jaya, bukanlah kesengajaan.

“Maunya warga datang ke rumah warga lokasi terdampak, namun ini malah datang ke kantor kami. Kedatangan itu bukan kami yang mengatur. Hanya DLH  dan Sys Lab yang berhak menjawab kecurigaan tersebut,” terang pria asli Solo, Jawa Tengah ini.

Moko menjelaskan unuk Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) B3 dan kualitas udara, Tirta Freshindo Jaya sudah sesuai undang-undang dan Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“IPAL B3 dan kualitas pembuangan udara kami sudah sesuai standar hingga layak operasi, sementara untuk getaran dan kebisingan itu belum teruji. Walaupun begitu, kami siap diuji petik dan siap memperbaiki apabila ada kekurangan atau kesalahan prosedur,” jelas Moko.

Kabid Penataan Hukum DLH Kabupaten Bogor Budi Mulyawan meminta warga tidak curiga perihal kedatangan jajarannya dan DLH ke Kantor Tirta Freshindo Jaya karena selaku wakil Pemkab Bogor DLH dan SyscLab berada di tengah.

“Saya minta warga jangan curiga berlebihan karena kedatangan kami harus kemana dahulu itu tidak ada di nota kesepahaman. Secepatnya kami akan berbicara dengan pihak warga dan perusahaan untuk menetapkan uji petik dugaan dampak pencemaran lingkungan ini,” pinta Budi.

Menanggapi permasalahan ini, Bupati Bogor Ade Yasin memerintahkan jajaran DLH secepatnya melakukan peninjauan dan uji petik.

“Saya belum menerima laporan adanya pengaduan dugaan dampak pencemaran lingkungan ini, oleh karenanya saya minta DLH secepatnya meninjau ke lokasi terdampak dan melakukan uji petik,” tukas Ade. (reza zurifwan/ing) 
 

Loading...