Tim Ekonomi Jokowi Ketar-ketir Kemarau Panjang

Tim Ekonomi Jokowi Ketar-ketir Kemarau Panjang
Foto: Net

INILAH, Jakarta - Pemerintah mulai mengantisipasi kemungkinan terjadinya musim kemarau panjang dengan menyiagakan pasokan pangan. Sungguh kemarau saat ini mengkhawatirkan.

Dengan cara ini diharapkan bisa mencegah menjulangnya harga beras, sesuai target hingga akhir 2019. "Kita harus benar-benar antisipasi musim kekeringan yang mungkin agak di luar kebiasaan," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro usai rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Menurut Bambang, terjadinya musim kemarau panjang ini berpotensi mempengaruhi produksi pangan, padahal komponen terbesar penyebab terjadinya inflasi adalah bahan makanan.

Untuk itu, tambah dia, beberapa komoditas pangan yang biasanya mengalami fluktuasi harga karena kurangnya pasokan harus menjadi perhatian pemerintah. "Beras sejauh ini, kalau di cadangan Bulog masih relatif aman. Justru seharusnya komoditas lain," kata mantan menteri keuangan era Kabinet Kerja Jilid I itu.

Sementara, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengharapkan, laju inflasi hingga akhir tahun bisa terjaga sesuai asumsi yakni 3,5% plus- minus 1%.

Oleh karena itu, tambah dia, upaya menjaga kestabilan harga pangan untuk menjaga inflasi harus dilakukan, salah satunya dengan menata jalur distribusi bahan makanan agar tidak terjadi gangguan pasokan.

"Tidak hanya konsentrasi di produksi, misalnya, tapi lebih kepada bagaimana jalur distribusi yang lebih efisien, penyiapan gudang untuk beberapa komoditas yang mudah busuk. Hal-hal seperti itu yang kita antisipasi ke depan," ujar Suhariyanto.

Sebelumnya BPS mencatat harga cabai merah dan ikan segar yang tinggi menjadi pemicu terjadinya laju inflasi pada Juni 2019 sebesar 0,55%. Namun, terdapat juga harga kelompok bahan pangan yang turun dan menjadi penghambat tingginya inflasi yaitu bawang putih, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

Dengan pencapaian ini, maka laju inflasi tahun kalender Januari-Juni 2019 tercatat 2,05%. Sedangkan laju inflasi tahun ke tahun (year on year/yoy) mencapai 3,28%. (INILAHCOM)

Loading...