Emil Paparkan 9 Program Prioritas di Hadapan Kepala Daerah

Emil Paparkan 9 Program Prioritas di Hadapan Kepala Daerah

INILAH, Kuningan-Sebanyak 27 kepala daerah se-Jawa Barat ambil bagian dalam kegiatan Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Kopdar) triwulan III di Prima Sankanhurip Resort, Kabupaten Kuningan, Kamis (11/7/2019). Pada kesempatan ini Gubernur Jabar Ridwan Kamil memaparkan 9 program prioritas tahun 2020.

Ridwan Kamil berharap perkembangan pembangunan di tiap kota dan kabupaten di Jabar dapat kian terangkat oleh sejumlah gagasan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. Adapun 9 program prioritas yang dia sampaikan merupakan implementasi dari janji politiknya. 

Untuk program pertama, Emil -sapaan Ridwan Kamil- menyinggung sektor pendidikan. Di mana pihaknya berencana menggratiskan akses pendidikan SMA dan SMK se-Jabar mulai 2020 nanti. 

Kedua, yaitu desentralisasi layanan kesehatan. Dia berharap setiap daerah dapat melengkapi anggaran di level provinsi untuk sektor kesehatan ini. Pemprov sendiri, lanjut dia, sudah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk program Layad Rawat sehingga tenaga medis yang jemput bola mendatangi warga.

"Anggaran ada di kami untuk membayar lembur dokter, peralatan, kalau bisa ada subsidi silang dari daerah," ujar Emil. 

Program prioritas ketiga, masih di sektor kesehatan. Pihaknya berkomitmen membangun rumah sakit kelas B dan C di sejumlah daerah yang masih kekurangan sarana kesehatan. Dia meminta para kepala daerah untuk segera menyodorkan proposal pengajuan program itu. 

"Saya tunggu proposalnya. Minimal ada 10 proyek kami siapkan, silakan ajukan. syaratnya sama, ajukan lokasi yang sudah siap," kata dia.

Keempat, dia akan memastikan pertumbuhan ekonomi berbasis keumatan di Jabar meningkat. Yaitu melalui program One Pesantren One Product (OPOP) .

Kelima, dia katakan, pihaknya memiliki program pengembangan destinasi dan infrastruktur swasta. Dia paparkan, menurut kajian Bank Indonesia ekonomi Jawa Barat bisa terakselerasi melalui sektor pariwisata. Karena itu, Emil telah siap menyiapkan anggaran untuk peningkatan destinasi wisata di daerah. 

"Kita akan maksimalkan dengan tiga tipe. Pertama memperbaiki akses, kedua menyempurnakan destinasi dan ketiga membuat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). KEK cara jenius meningkatkan pertumbuhan. Syaratnya sederhana lahan 200 hektar minimal yang dimiliki institusi," tuturnya. 

Keenam, pihaknya saat ini sedang terus menggodok Perda Pendidikan Agama bersama DPRR Jabar. Dalam hal ini, Pemprov Jabar akan menyediakan anggaran khusus bagi tiap pesantren. 

Ketujuh, lanjut dia, akan segera menyentuh sektor infrastruktur. Yaitu dengan mereformasi Kantor Perwakilan Jawa Barat di Jakarta yang kini memiliki tugas baru, yakni mencarikan proyek dari kementrian untuk daerah di Jabar. Menurut dia, banyak proyek pemerintah pusat yang kerap luput dari perhatian. 
"Tugasnya melobi sampai jadi. Itu yang dilakukan pemerintah Sumsel, jago mereka lobinya. Jadi saya buat tim lobi proyek APBN. Silakan gunakan tim pelobi APBN untuk kepentingan proyek tingkat II," kata dia. 

Sementara program kedelapan, dia katakan, yaitu Gerakan membangun desa. Di mana pihaknya menyiapkan hibah wifi bagi 600 desa di Jabar. Lanjut Emil, saat ini, baru 300 desa yang sudah terpasang jaringan internet. Emil juga meminta tiap daerah untuk saling membantu dalam program subsidi gratis bagi golongan ekonomi lemah. 

"Saya titip di perkotaan tidak ada anak putus sekolah. Tolong bentuk tim untuk mencari anak putus sekolah," ujarnya. 

Pemungkas, yaitu inovasi pelayanan publik dan penantaan daerah. Dia ingin menjadikan setuhan digital dapat diterapkan dalam setiap layanan publik, salah satunya melalui penerapan e-budgeting yang diyakini bakal memudahkan kepala daerah menyaring program. 

Hal ini pernah dia terapkan kala menjabat sebagaina wali kota Bandung dan sukses mencoret 2000 kegiatan yang tidak searah dengan RPJMD. 
"Dulu saya sama Mang Oded mencoret 2000 kegiatan karena gak nyambung. Kita bisa menghembat Rp 1 triliun. Kita juga punya program remunerasi kinerja, ASN ini yang rajin amplopnya tebal yang males tipis," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)