Sopir Ngantuk, Truk Aqua Terbalik

Sopir Ngantuk, Truk Aqua Terbalik
Ilustrasi/Reza Zurfwan

INILAH, Caringin—Truk yang mengangkut aqua galon berplat nomor B 9067 KLU terbalik di Jalan Raya Bogor-Sukabumi tepatnya di Kampung Pasir Muncang RT 04 RW 01, Desa Pasir Muncang, Caringin Kabupaten Bogor.

Syafudin (60 tahun) saksi mata mengatakan kejadian terbaliknya truk aqua tersebut terjadi pada Kamis (11/7) pukul 03.00 WIb kuat dugaan kecelakaan lalu lintas tunggal ini terjadi karena supirnya yang mengantuk.

"Kecelakaan lalu lintas tunggal ini terjadi tadi pagi pukul 03.00 WIB, karena supirnya yang bernama Eka mengantuk dan jalan raya yang sedang dibeton membuat ban truk tidak seimbang hingga truk yang mengangkut aqua galon tersebut terbalik," kata Syafrudin kepada wartawan.

Dia menerangkan  dari kejadiaan naas ini tidak ada korban jiwa maupun luka, hanya puluhan galon saja yang pecah hingga air mineral kemasan tersebut tumpah ke jalan raya.

"Nggak ada korban jiwa maupun luka, hanya galon aqua saja yang pecah. Perkiraan total kerugian juga belum tau karena mobil truknya juga tidak bisa jalan hingga harus diderek," terangnya.

Kanitlantas Polsek Ciawi Iptu Sunarko menuturkan pasca kejadian kecelakaan lalu lintas tunggal jajarannya langsung ke lokasi untuk mengevakuasi kendaraan truk aqua tersebut.

"Pascakejadian petugas kepolisian langsung ke lokasi dan mobil derek tiba di lokasi kejadian pada pukul 05.00 WIB. Truk terbalik ini bukan karena kelebihan muatan tapi murni karena supir mengantuk atau human error," tutur Iptu Sunarko.

Akibat truk aqua yang menuju Jakarta ini terbalik ini arus lalu lintas pun sempat macet hingga kendaraan mengular hingga sepanjang 2 Km hingga jajarannya menerapkan rekayasa arus lalu lintas.

"Kami dari pukul 06.00-08.00 WIB menerapkan rekayasa arus lalu lintas satu arah atau one way secara bergantian baik arus kendaraan yang menuju Sukabumi maupun Jakarta," tambahnya.

Eka supir truk membenarkan dirinya mengantuk dan tidak melihat jelas kondisi jalan raya yang sedang dibeton dan memiliki ketinggian yang berbeda hingga kendaraannya oleng ke kekanan lalu terguling.

“Selain ngantuk, kondisi jalan juga agak naik dan berbeda ketinggian plus lampu penerangan jalan kurang terang hingga kejadian naas ini pun terjadi," tukas Eka. (Reza Zurifwan)