Bawaslu Minta 8 Petugas Pemilu Masuk Daftar Hitam

Bawaslu Minta 8 Petugas Pemilu Masuk Daftar Hitam
Foto: Net

INILAH, Jakarta - Bawaslu Surakarta atau Solo merekomendasikan delapan orang petugas Pemilu 2019 di wilayahnya untuk masuk ke dalam daftar hitam. Bawaslu menilai mereka telah menyalahi prosedur saat memasukkan data.

Bawaslu Surakarta menyebut lima di antaranya merupakan anggota PPS Kelurahannya Nusukan dan tiga lainnya adalah anggota PPK Banjarsari. Mereka bersalah karena salah memasukkan angka dari formulir C1 ke DAA1.

Kesalahan ditindaklanjuti Bawaslu setempat setelah ada laporan dari seorang Caleg DPRD Surakarta, Wawanto yang merasa suaranya berkurang. Setelah melaporkan kejanggalan itu, suara untuk Wawanto akhirnya kembali seperti semula.

"Kami meminta agar mereka dimasukkan ke dalam daftar hitam. Rekomendasi sudah kami kirim ke KPU agar tidak lagi memakai mereka di pemilu selanjutnya," kata anggota Bawaslu Surakarta Divisi Penindakan Pelanggaran, Poppy Kusuma.

Selain kesalahan dalam memasukkan data, mereka juga dinilai salah prosedur saat melakukan rapat pleno penghitungan suara di tingkat kecamatan. Seharusnya rapat dipimpin oleh PPK, namun rapat dipimpin oleh PPS.

"Itu hal yang tidak boleh dilakukan. Meskipun kami sudah mengklarifikasi kepada para saksi, mereka tidak mempermasalahkannya," terangnya.

Selanjutnya KPU akan melanjutkan rekomendasi Bawaslu dengan melakukan klarifikasi kepada delapan petugas tersebut. Diperkirakan proses klarifikasi akan selesai dalam dua pekan. (INILAHCOM)