Kabar Duka Perantau Bandung di Kalimantan, Jajakan Ginjal untuk Kesehatan Adik

Kabar Duka Perantau Bandung di Kalimantan, Jajakan Ginjal untuk Kesehatan Adik

INILAH, Pontianak – Kabar duka datang dari perantauan Bandung di Kubu Raya, Kalimantan Barat. Rina Maelani terpaksa menjajakan ginjalnya untuk membiayai penanganan kesehatan adiknya.

Rina Maelani lagi viral setelah postingannya hendak menjual akun ginjal di media sosial Facebook ramai jadi pembicaraan. Bahkan Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, meminta Bupati Kubu Raya agar tak tutup mata terhadap persoalan ini.

Rina Maelani diketahui sebagai gadis kelahiran Bandung. Hal itu diketahui dari Kartu Keluarga (KK) yang bersangkutan. Ibu dan ayah serta empat saudaranya juga lahi di Kota Kembang. Hanya anak paling bungsu yang lahir di Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar).

Rina Maelani (19), seorang gadis cantik beralamat di Desa Radak Baru, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya (KKR), Kalimantan Barat (Kalbar) sontak viral di media sosial.

Di akun Facebook-nya, Rina Maelani mem-posting keinginan menjual ginjalnya untuk membiayai pengobatan sang adik yang sakit parah, sepanjang satu tahun terakhir. Rina Maelani ingin adiknya selamat dan sembuh dari penyakit yang menggerogoti.

“Memang sudah lama mau jual ginjal saya, sempat buat tulisan dan mau keliling kota untuk menjual ginjal saya. Tetapi dilarang orangtua. Kemarin saya buat di Facebook, tanpa sepengetahuan orangtua saya,” kata Rina, ditemui di rumahnya. Rabu (10/7).

Anak kedua dari lima bersaudara itu berniat menjual ginjalnya untuk pengobatan sang adik, Bery Agustustina (16) yang menderita sakit komplikasi, paru-paru, hati, dan penyakit lainnya.

“Saya cuma mau adik saya sembuh, gimana pun caranya. Karena kekurangan biaya, saya mau jual ginjal saya, supaya adik saya bisa berobat dan sembuh. Harapannya adik saya bisa sehat kembali, biar tidak kurus dan tidak kesakitan begini lagi," kata Rina Maelani dengan wajah sendu.

Berawal dari seringnya Bery mengalami demam dan tipus sejak SMP. Kini Bery yang seharusnya sudah masuk SMA, hanya bisa terbaring lemah menahan sakit di atas kasur tipisnya.

Menurut Rina, kedua orangtuanya sudah menjual semua harta benda milik mereka untuk pengobatan sang adik (Bery). Meminta bantuan kepada sanak saudara maupun dinas terkait pun telah dilakukan.

Hingga tak ada lagi yang tersisa dan saat ini mereka hanya bisa menumpang di rumah kontrakan sang kakak di Jalan Tanjung Raya II, Gang Mekar Sari 36 Indah, Nomor A16, Pontianak Timur, Kalbar.