Demi Jabar Juara, Ridwan Kamil Akan Lobi Pusat

Demi Jabar Juara, Ridwan Kamil Akan Lobi Pusat
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Humas Pemprov Jabar)

INILAH, Kuningan- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku butuh Rp800 triliun untuk merealisasikan janji politiknya menuju Jabar Juara. Namun anggaran yang dimiliki Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar hanya sekitar Rp35 triliun dalam APBD 2019.

Karena itu, katakan, akan berupaya melobi kementrian hingga presiden berdasarkan hasil presentasi detail dari pemerintah tingkat dua atau kabupaten kota. Hal tersebut dilakukan untuk memaksimalkan sejumlah program maupun gagasan guna menjadikan Jabar kian maju. 

"Nah APBN ini kita akan lobi dengan hasil detail dari tingkat II saya akan lobi kementrian, presiden untuk membereskan Jabar yang memang penduduknya terbesar," ujar Ridwan Kamil usai kegiatan Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Kopdar) triwulan III di Prima Sankanhurip Resort, Kabupaten Kuningan, Kamis (11/7/2019).

Menurut dia, bila mengadalkan APBD, maka pembangunan di Jabar tidak akan pernah optimal.  Selain itu, dia mengaku, menganggarkan sekitar Rp 4,4 triliun untuk bantuan keuangan daerah pada tahun 2020.

"Per hari ini kita hanya sanggup rata rata di 200 miliaran per daerah ada yang turun dikit naik dikit tapi kalau di rata rata segitu," katanya. 

Dia katakan, memberlakukan cara baru dalam pola pemberian bantuan keuangan provinsi kepada kota dan kabupaten di Jabar tersebut. Adapun tiga indikator penilaian untuk menentukan jumlah besaran bantuan keuangan untuk daerah, yaitu berdasarkan jumlah penduduk, prestasi daerah, dan insentif berdasarkan kesuksesan daerah mengimplementasikan program provinsi.

"Kemudian juga tadi kita memberikan tidak asal memberi. Datang pertama berdasarkan kualitas dan jumlah penduduk. Kedua dari prestasi, kota kabupaten yang berprestasi dikasih lebih. Termasuk siapa yang mensukseskan program provinsi lebih aktif itu akan diberikan tambahan," jelas dia.

Disinggung mengenai kopdar, dia katakan, akan menjadi tradisi baru untuk meminimalisir Miss komunikasi dengan sejumlah kepala daerah. Adapun pada kegiatan ini dihadiri oleh 27 kepada daerah se-Jabar.

Emil mendengarkan aspirasi dari sejumlah kepala daerah tersebut. Menurut dia, masalah kompleksitas yang disampaikan oleh para kepada daerah itu sangat besar.
"Hampir setengahnya kembali lagi masalah infrastruktur. Masalah jalan penghubung, transportasi , persampahan dan lain-lain," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)