Tanggulangi Abrasi Pantura, Karawang Libatkan Perusahaan Swasta

Tanggulangi Abrasi Pantura, Karawang Libatkan Perusahaan Swasta
Ilustrasi/Inilahkoran

INILAH, Purwakarta - Kabupaten Karawang, memiliki wilayah pesisir cukup luas. Bahkan, panjang bibir pantai di wilayah ini mencapai 84,23 kilometer yang terbentang dari perbatasan Bekasi hingga Kabupaten Subang.

Sejauh ini, kondisi di wilayah pesisir pantai ini belum terpelihara dengan baik. Alhasil, sampai saat ini, abrasi yang diakibatkan gerusan air laut masih menggerogoti wilayah pesisir tersebut.

Berbagai cara terus dilakukan pemerintah daerah setempat. Misalnya, dengan melakukan pemasangan bronjong hingga penanaman pohon mangrove secara massal di sepanjang bibir pantai.

Dalam upaya tersebut, pemkab tak bisa bekerja sendiri. Melainkan, banyak pihak yang terlibat dalam penyelamatan wilayah pesisir itu. Untuk penanaman pohon misalnya, pemerintah setempat menggandeng perusahaan swasta yang ada di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Karawang, Hendro Subroto menuturkan, salah satu yang dilakukan pemerintah dalam penanggulan abrasi ini, yakni dengan melakukan penghijauan.

"Selama ini, kami menanam pohon mangrove di sepanjang garis pantai," ujar Hendro kepada INILAH di Karawang, Kamis (11/7/2019).

Dalam hal ini, kata dia, pemerintah tak bisa bekerja sendiri. Jadi, dalam penanggulangan abrasi ini, pemkab butuh dukungan dari semua pihak. Salah satunya, dari perusahaan-perusahaan swasta guna melakukan penghijauan di wilayah pesisir.

"Sejauh ini, sudah ada puluhan perusahaan yang turut berperan aktif dalam melestarikan lingkungan di wilayah pesisir itu," jelas dia.

Hari ini saja, kata dia, ada sebanyak 25 perusahaan swasta yang kembali melakukan penghijauan massal. Lokasinya, di Kampung Tengkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Kulon. 

"Hari ini, ada penanaman pohon mangrove kembali di sekitar Pantai Utara (pantura). Jumlahnya sekitar 40 ribu pohon," jelas dia.

Hendro menambahkan, sampai saat ini abrasi yang terjadi di sepanjang 48 kilometer hibir pantai, audah hampir seluruhnya tertanggulangi dengan penghijauan. Namun, kata dia, yang sudah hijau baru 20 persennya saja.

"Dari panjang pantai yang telah ditanami pohon mangrove, baru 20 persennya saja yang sudah hijau," pungkasnya. (Asep Mulyana)