Tak Punya Anggaran Khusus, Karawang : Penanganan Abrasi Urusan Pusat

Tak Punya Anggaran Khusus, Karawang : Penanganan Abrasi Urusan Pusat
Ilustrasi/Asep Mulyana

INILAH, Karawang - Pemkab Karawang, tak berkutik jika harus menanggulangi sendirian soal abrasi yang terjadi di sepanjang garis pantai di wilayah itu. Mengingat, perlu anggaran cukup besar untuk penanggulangan tersebut.

"Selama ini, kami hanya mengandalkan bantuan dari pusat. Sebab, untuk menanggulangi abrasi ini perlu anggaran cukup besar," ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Karawang, Hendro Subroto, Kamis (11/7/2019).

Hendro menjelaskan, untuk penanggulangan abrasi ini ada dua cara yang telah dilakukannya. Yakni, dengan memasang sabuk penahan air (breakwater), serta dengan cara melakukan penanaman pohon mangrove.

"Kalau untuk penanaman mangrove, kami dibantu pihak swasta. Sedangkan, untuk membangun breakwater, kami andalkan bantuan dari pusat," seloroh dia.

Mengingat, sambung dia, untuk membuat breakwater ini perlu anggaran besar. Dalam tiga kilometer saja, anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 23 miliar. Sedangkan, pemda anggaran khusus untuk penanggulangan abrasi ini.

"Untuk penanganan abrasi ini, kewenangannya ada di pusat. Makanya, kami tidak menyiapkan anggaran khusus untuk itu," kata dia.

Seperti diketahui, Kabupaten Karawang, memiliki wilayah pesisir yang panjang bibir pantainya mencapai 84,23 kilometer. Garis pantai ini terbentang dari perbatasan Bekasi hingga Kabupaten Subang.

Sejauh ini, kondisi di wilayah pesisir pantai ini belum terpelihara dengan baik. Alhasil, sampai saat ini, abrasi yang diakibatkan gerusan air laut masih menggerogoti wilayah pesisir tersebut.

Berbagai cara terus dilakukan pemerintah daerah setempat. Misalnya, dengan melakukan pemasangan bronjong hingga penanaman pohon mangrove secara massal di sepanjang bibir pantai. (Asep Mulyana)